Operasi Patuh Semeru 2025, Polres Sumenep Terapkan Tilang ETLE dan Mobile

- Penulis

Senin, 14 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda memimpin apel pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025. (Foto: Dok. Warta9).

Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda memimpin apel pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025. (Foto: Dok. Warta9).

Sumenep, warta9.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi menggelar Operasi Patuh Semeru 2025 mulai Senin, 14 Juli sampai 27 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari operasi serentak yang dilaksanakan di seluruh wilayah Jawa Timur, dengan fokus pada penegakan hukum dan peningkatan kesadaran tertib berlalu lintas.

Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, menyampaikan bahwa operasi tahun ini mengedepankan pendekatan preventif dan persuasif, namun tetap disertai penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang membahayakan keselamatan.

Baca juga  Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Sumenep Terancam 15 Tahun Penjara

“Penegakan hukum tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga memanfaatkan teknologi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta perangkat mobile,” kata AKBP Rivanda dalam keterangannya, Senin (14/7/2025).

Menurutnya, penggunaan ETLE dan sistem tilang mobile bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan sekaligus meminimalkan interaksi langsung antara petugas dan pelanggar, guna mencegah potensi penyalahgunaan wewenang.

Baca juga  Bupati Sumenep Fasilitasi Mudik dan Makanan Gratis untuk Warga Masalembu

“Ini adalah upaya kami untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan. Dengan teknologi, proses penindakan menjadi lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Selama operasi berlangsung, sejumlah pelanggaran yang menjadi fokus utama penindakan antara lain pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara kendaraan bermotor di bawah umur.

Berikutnya pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang, pengendara yang tidak memakai helm berstandar SNI, pengendara yang berada di bawah pengaruh alkohol.

Baca juga  Azam Khan: Ketidakadilan Pendidikan dan Hukum, Ancaman bagi Masa Depan Indonesia

“Pengendara yang melawan arus lalu lintas dan pengendara yang melebihi batas kecepatan juga menjadi fokus operasi,” bebernya.

Polres Sumenep juga mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan melengkapi surat-surat kendaraan.

“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Mari ciptakan lalu lintas yang aman dan tertib,” pungkas Kapolres.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak
Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi
Siswi SMA di Pamekasan Melahirkan Bayi, Ayah Kandung Jadi Terduga
Polisi Gerebek Toko di Pasongsongan, Pria Diduga Pakai Sabu Diamankan
Senggolan Mobil Berujung Penganiayaan di Pasongsongan Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB