Sumenep Darurat Narkoba, Polisi Diduga Lindungi Bandar Asal Dungkek

- Penulis

Sabtu, 18 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

SUMENEP, Warta9.co.id – Dugaan permainan kasus narkoba di Polsek Dungkek dan Satreskoba Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, semakin mengemuka.

Polisi diduga sengaja mengupayakan Restorative Justice (RJ) dan rehabilitasi singkat bagi dua tersangka narkoba, Rahmat dan Rikno Suyanto, agar bandar Riyanto kembali lolos jerat hukum.

Sumber terpercaya menyebutkan, RM (34th) dan RS (38th) dalam penyidikan telah menyebut Riyanto sebagai bandar.

Namun, dengan upaya RJ dan masa rehabilitasi hanya satu bulan, Riyanto diprediksi akan kembali bebas dari kejaran hukum.

Pasalnya, bukti kuat keberadaan Riyanto sebagai bandar hanya berasal dari keterangan dua tersangka tersebut.

Dalam wawancara dengan Plt Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S., ia bersikukuh bahwa penangkapan Rahmat dan Rikno dilakukan di satu tempat kejadian perkara (TKP), yaitu di Bukit Kalompek.

Pernyataan ini bertentangan dengan informasi terpercaya media ini bahwa keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda.

“Itu satu TKP, saya sudah mengecek. Saya barusan mendapat laporan dari Polsek Dungkek,” dalih Widiarti saat dikonfirmasi, Senin (13/01/2025) sore.

Terkait penerapan RJ, Widiarti menyatakan bahwa langkah ini dilakukan karena kedua tersangka dianggap pengguna, bukan pengedar.

Baca juga  Prosedur Janggal Ungkap Kasus Narkoba Dungkek, BNNK dan Polres Sumenep Silang Pendapat

“RJ itu tidak melihat batas umur. Sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung, mereka bisa dilakukan RJ karena ketergantungan,” imbuhnya.

Menurutnya, permohonan RJ datang dari pihak keluarga tersangka. Saat ini, keduanya telah menjalani asesmen di BNNK dan dipindahkan ke Klinik Ghana Prima, Pamekasan.

Sementara itu, keberadaan Riyanto, yang disebut sebagai bandar oleh dua tersangka, masih menjadi misteri.

Widiarti menyebut Riyanto sebagai sosok yang “terkenal licin” dan mengaku polisi telah melakukan penggeledahan di rumah Riyanto tanpa hasil.

“Kami sudah mendatangi rumahnya, tetapi tidak ada barang bukti di sana. Untuk menerbitkan DPO, kami membutuhkan alat bukti kuat. Ini bukan tindak pidana umum, melainkan jaringan terputus,” kata Widiarti.

Namun, pernyataan ini mengundang tanda tanya. Bukti berupa pengakuan dua tersangka yang menyebut Riyanto sebagai bandar seharusnya cukup menjadi dasar untuk penerbitan DPO.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, oknum di Polsek Dungkek diduga meminta masing-masing dari 2 keluarga tersangka untuk menyerahkan pundi-pundi rupiah senilai Rp 30 juta agar mereka bisa diupayakan Restorative Justice (RJ).

Di sisi lain, Widiarti mengakui bahwa keluarga tersangka memang diminta sejumlah uang untuk proses asesmen dan rehabilitasi.

Baca juga  Bimas Islam Kemenag Sumenep NYABIS ke Tiga Pulau, Inovasi Tingkatkan Layanan Publik

“Asesmen itu memang ada biayanya. Untuk rehabilitasi, biayanya mahal, kalau kasus yang kemarin (Tersangka Narkoba Pulau Sapeken, yang direhabilitasi di RSUD Moh. Anwar Sumenep, red) itu sekitar Rp17 juta, sesuai kebutuhan di RSUD atau klinik rehabilitasi,” ucap Widi.

Diberitakan sebelumnya, aktivis Gerakan Rakyat Timur Daya (GARDA) menyerukan agar Riyanto segera ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Langkah polisi yang terkesan melindungi Riyanto memicu reaksi publik. Sejumlah pihak, termasuk Ketua Aktivis GARDA, Reno Kurniawan, mendesak agar Riyanto segera dijerat hukum sebelum peluang penangkapannya hilang.

“Jika RJ terhadap dua tersangka selesai, maka alasan untuk menangkap Riyanto akan semakin sulit. Jangan sampai ini menjadi dalih polisi untuk tidak menuntaskan kasus ini,” jelas Reno Kurniawan kepada media ini, Minggu (12/1/2025).

“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera menetapkan R sebagai DPO dan menangkapnya. Jangan sampai lengah,” pintanya.

Kasus ini menjadi ujian besar bagi integritas Polsek Dungkek dan Polres Sumenep dalam memberantas jaringan narkoba di wilayahnya.

Dalam hal ini, Polsek Dungkek digadang-gadang sebagai dalang dari retorika penanganan kasus narkoba ini.

Baca juga  Pelatihan Paralegal di Unija, Pemkab Sumenep Dorong Akses Bantuan Hukum hingga Desa

Kerjasama antara Kanitreskrim Polsek Dungkek, Aipda Joko Dwi, dengan Kasatreskoba Polres Sumenep, AKP Anwar Subagyo, diduga melindungi terduga bandar, Riyanto, warga Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek.

Riyanto, yang juga dikenal sebagai pengusaha tambak udang, diduga kuat berperan sebagai pemain lama dalam jaringan narkoba.

“Dia pemain lama. Kalau bukan orang yang dikenal, tidak mungkin diajak kerja sama. Dia sangat hati-hati,” ungkap sumber berinisial Mz kepada media ini.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Dungkek, Aipda Joko Dwi, menyatakan bahwa upaya pencarian Riyanto terus dilakukan, termasuk penggeledahan di sejumlah lokasi yang dicurigai.

“Bahkan tadi malem, kita dapat laporan warga sekitar, dan langsung kita coba gerebek ke rumahnya, tapi dia hilang nggak tahu ini bocor atau gimana, kita nyampek rumahnya sudah tutupan semua,” katanya, Minggu (12/1/2025).

Dikonfirmasi lebih lanjut, Senin (13/1/202/) Kasatreskoba Anwar mengaku berhalangan memberikan keterangan lebih lanjut karena alasan sedang zoom meeting.

“Mhn maaf utk konfirmasi lsg k bu Widi ksi Humas ya mas. Sya zoom blm selesai,” tulisnya dalam chat WhatsApp, sesaat sebelum AKP Widiarti balik menelpon wartawan media ini.(*)

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak
Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi
Siswi SMA di Pamekasan Melahirkan Bayi, Ayah Kandung Jadi Terduga
Polisi Gerebek Toko di Pasongsongan, Pria Diduga Pakai Sabu Diamankan
Senggolan Mobil Berujung Penganiayaan di Pasongsongan Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB