Senggolan Mobil Berujung Penganiayaan di Pasongsongan Sumenep

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga tampak melerai keributan antara dua pihak setelah terjadi dugaan penganiayaan di Jalan Raya Rajun, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Senin (10/8/2026). Peristiwa tersebut diduga bermula dari senggolan spion antarkendaraan dan kini telah dilaporkan ke polisi.

Sejumlah warga tampak melerai keributan antara dua pihak setelah terjadi dugaan penganiayaan di Jalan Raya Rajun, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Senin (10/8/2026). Peristiwa tersebut diduga bermula dari senggolan spion antarkendaraan dan kini telah dilaporkan ke polisi.

SUMENEP, (WARTA9) — Seorang warga Dusun Togel Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep, Moh. Hafidz (20), melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya saat melintas di Jalan Raya Rajun, Kecamatan Pasongsongan, Senin, 10 Agustus 2026 pagi.

Laporan tersebut tercatat di Polsek Pasongsongan dengan nomor LP-B/05/VII/2026/SPK/POLSEK PASONGSONGAN/POLRESTA SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR. Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.05 WIB di depan showroom Fadli Motor.

Berdasarkan keterangan dalam laporan, kejadian bermula ketika Hafidz mengendarai mobil bersama istrinya, Hasanah, serta ibunya, Maemunah Mereka sebelumnya pulang dari Puskesmas Rubaru setelah istrinya menjalani perawatan.

Saat melintas di ruas jalan Desa Basoka-Rubaru, mobil yang dikemudikan Hafidz bersenggolan dengan sebuah Toyota Avanza berwarna putih. Karena tidak melihat adanya kerusakan, Hafidz tetap melanjutkan perjalanan ke arah barat.

Baca juga  Konsumen Kecewa, Layanan Fast Track J&T Cargo Sumenep Buruk

Beberapa saat kemudian, Hafidz mendengar suara klakson dari belakang. Ia mengaku tidak menyadari bahwa suara tersebut ditujukan kepadanya. Hingga akhirnya, mobil Avanza tersebut menyalip dan menghentikan laju kendaraannya di depan showroom Fadli Motor.

Menurut laporan, seorang pria bernama Muhyi yang disebut sebagai warga Desa Cempaka, Kecamatan Pasongsongan, kemudian turun dari mobil dan mendatangi Hafidz

Hafidz mengaku sempat turun dari mobil. Saat itu, Muhyi disebut memegang kerah bajunya dan mempertanyakan alasan dirinya tidak berhenti setelah terjadi senggolan kendaraan.

Baca juga  Awas Calo! Begini Cara Aman Beli Tiket Bus AKAP di Terminal Arya Wiraraja Sumenep

“Mak buru bek’na, mik tak ngucak saporah,” kata Muhyi sebagaimana tertuang dalam laporan, yang berarti “kenapa kamu kabur, kok tidak meminta maaf.”

Setelah itu, Hafidz mengaku ditampar sebanyak dua kali pada bagian wajah sebelah kiri. Sejumlah karyawan showroom dan warga yang berada di sekitar lokasi kemudian datang untuk memisahkan keduanya.

Situasi kembali memanas ketika Muhyi disebut hendak melakukan pemukulan. Warga kembali berusaha mencegah hingga Muhyi kembali ke mobilnya.

Tidak lama berselang, seorang pria bernama Matsiri. yang disebut sebagai orang tua Muhyi. datang dari arah timur. Dalam laporan tersebut, Matsiri. disebut memegang kerah baju Hafidz dan meminta Muhyi. memukulnya.

Baca juga  Alasan Kuota BPJS Penuh, Puskesmas Ambunten Diduga Tolak Warga Berobat

Muhyi kemudian diduga melayangkan pukulan yang mengenai bagian mata kanan Hafidz Warga kembali melerai. Namun, menurut laporan, Muhyi juga diduga merusak spion kendaraan milik Hafidz.

Keributan kembali terjadi ketika Muhyi disebut mendekati Hafidz dan kembali melakukan pemukulan yang mengenai bagian kepala. Warga akhirnya menahan Muhyi dan menjauhkannya dari Hafidz Setelah itu, Muhyi meninggalkan lokasi menuju arah timur.

Akibat kejadian tersebut, Hafidz melaporkan mengalami luka lebam pada bagian mata kanan. Kasus dugaan kekerasan tersebut kini tercatat dalam laporan di Polsek Pasongsongan.(*)

Penulis : Ratih

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Warta9.co.id

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB