SUMENEP, (WARTA9) — Seorang warga Dusun Togel Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep, Moh. Hafidz (20), melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya saat melintas di Jalan Raya Rajun, Kecamatan Pasongsongan, Senin, 10 Agustus 2026 pagi.
Laporan tersebut tercatat di Polsek Pasongsongan dengan nomor LP-B/05/VII/2026/SPK/POLSEK PASONGSONGAN/POLRESTA SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR. Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.05 WIB di depan showroom Fadli Motor.
Berdasarkan keterangan dalam laporan, kejadian bermula ketika Hafidz mengendarai mobil bersama istrinya, Hasanah, serta ibunya, Maemunah Mereka sebelumnya pulang dari Puskesmas Rubaru setelah istrinya menjalani perawatan.
Saat melintas di ruas jalan Desa Basoka-Rubaru, mobil yang dikemudikan Hafidz bersenggolan dengan sebuah Toyota Avanza berwarna putih. Karena tidak melihat adanya kerusakan, Hafidz tetap melanjutkan perjalanan ke arah barat.
Beberapa saat kemudian, Hafidz mendengar suara klakson dari belakang. Ia mengaku tidak menyadari bahwa suara tersebut ditujukan kepadanya. Hingga akhirnya, mobil Avanza tersebut menyalip dan menghentikan laju kendaraannya di depan showroom Fadli Motor.
Menurut laporan, seorang pria bernama Muhyi yang disebut sebagai warga Desa Cempaka, Kecamatan Pasongsongan, kemudian turun dari mobil dan mendatangi Hafidz
Hafidz mengaku sempat turun dari mobil. Saat itu, Muhyi disebut memegang kerah bajunya dan mempertanyakan alasan dirinya tidak berhenti setelah terjadi senggolan kendaraan.
“Mak buru bek’na, mik tak ngucak saporah,” kata Muhyi sebagaimana tertuang dalam laporan, yang berarti “kenapa kamu kabur, kok tidak meminta maaf.”
Setelah itu, Hafidz mengaku ditampar sebanyak dua kali pada bagian wajah sebelah kiri. Sejumlah karyawan showroom dan warga yang berada di sekitar lokasi kemudian datang untuk memisahkan keduanya.
Situasi kembali memanas ketika Muhyi disebut hendak melakukan pemukulan. Warga kembali berusaha mencegah hingga Muhyi kembali ke mobilnya.
Tidak lama berselang, seorang pria bernama Matsiri. yang disebut sebagai orang tua Muhyi. datang dari arah timur. Dalam laporan tersebut, Matsiri. disebut memegang kerah baju Hafidz dan meminta Muhyi. memukulnya.
Muhyi kemudian diduga melayangkan pukulan yang mengenai bagian mata kanan Hafidz Warga kembali melerai. Namun, menurut laporan, Muhyi juga diduga merusak spion kendaraan milik Hafidz.
Keributan kembali terjadi ketika Muhyi disebut mendekati Hafidz dan kembali melakukan pemukulan yang mengenai bagian kepala. Warga akhirnya menahan Muhyi dan menjauhkannya dari Hafidz Setelah itu, Muhyi meninggalkan lokasi menuju arah timur.
Akibat kejadian tersebut, Hafidz melaporkan mengalami luka lebam pada bagian mata kanan. Kasus dugaan kekerasan tersebut kini tercatat dalam laporan di Polsek Pasongsongan.(*)
Penulis : Ratih
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Warta9.co.id














apakah mereka sebelumnya saling mengenal atau memang pernah mengenal satu sama lain?mengapa mereka mempeributkan ditengah jalan? apakah tidak bisa dibicarakan dengan baik?
Maaf sebelumnya saran saya sebagai pelajar siswa smk kita tidak boleh main hakim sendiri masalahnya menyenggol mobil dan berujung penganiayaan itu tidak berhak karena kita belum tau problem awal nya seperti apa apakah mereka sebelumnya mempunyai masalah atau tidak.
Adili jika itu patut diadili