Polisi Ungkap Peran Oknum ASN-LSM di Sumenep Terlibat Kasus Pemerasan Kades

- Penulis

Rabu, 28 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Pers Polres Sumenep ungkap sejumlah kasus di Kabupaten Sumenep.(Foto: Hayat)

Konferensi Pers Polres Sumenep ungkap sejumlah kasus di Kabupaten Sumenep.(Foto: Hayat)

Sumenep, warta9.co.id – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif di Kabupaten Sumenep, berinisial JF (59), terlibat dalam kasus pemerasan terhadap seorang kepala desa dan kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Sumenep.

Kasus ini terungkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Minggu, 25 Mei 2025, dan mengejutkan publik karena melibatkan pejabat publik yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas pemerintahan.

JF tak sendiri. Ia beraksi bersama SB (48), seorang LSM lokal. Keduanya diduga memeras korban, Siti Naisa, yang menjabat sebagai Kepala Desa, dengan dalih akan melaporkan ketidaksesuaian proyek pengaspalan jalan desa yang dibiayai Dana Desa (DD) ke Inspektorat.

Baca juga  Polisi Janji Tindak Tegas Pengganggu Distribusi Pupuk Subsidi

Mereka menuntut uang sebesar Rp40 juta sebagai “biaya damai”, dengan ancaman akan menyebarluaskan dugaan penyimpangan proyek jika tuntutan tidak dipenuhi.

“JF mengirim pesan WhatsApp kepada korban pada 23 Mei 2025. Dalam pesan itu, JF menyampaikan bahwa SB akan melaporkan korban jika tidak menyerahkan uang. Setelah negosiasi, korban akhirnya menyanggupi Rp20 juta dan menyepakati pertemuan di rumah JF,” ungkap Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, dalam konferensi pers, Rabu (28/5/2025).

Pertemuan pun terjadi di rumah JF, di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep. Korban bersama suaminya datang dengan membawa uang tunai Rp20 juta. Saat uang diserahkan kepada SB, tim Satreskrim yang sebelumnya telah melakukan penyelidikan langsung menyergap kedua pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk tas berisi uang, handphone, serta dokumen percakapan digital yang menjadi alat bukti kuat.

Baca juga  Polisi Ungkap Fakta PT Annuqa Trevel Umrah Bodong Rugikan Korban Rp 2,1 Miliar

JF sebagai oknum ASN mendapat sorotan tajam karena perannya bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai penghubung utama antara korban dan pelaku utama. Ia dianggap menyalahgunakan posisinya sebagai abdi negara untuk melakukan kejahatan dengan memanfaatkan akses dan kepercayaannya dalam sistem birokrasi.

“Peran JF sangat sentral. Ia yang menginisiasi kontak, menyampaikan ancaman, dan menyediakan lokasi transaksi. Ini jelas mencederai kepercayaan publik terhadap aparatur sipil negara,” tambah Kapolres.

Atas perbuatannya, SB dijerat dengan Pasal 368 ayat (1) KUHP tentang pemerasan yang mengancam dengan hukuman penjara paling lama 9 tahun, serta Pasal 335 ayat (1) KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dengan ancaman tambahan penjara hingga 1 tahun atau denda.

Baca juga  RSUDMA Sumenep Percepat Transformasi Layanan, Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Modern di Madura Timur

Sementara JF dijerat dengan pasal yang sama, ditambah Pasal 55 KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana, memperkuat posisi hukum penyidik dalam menahan ASN tersebut sebagai pelaku aktif dalam pemerasan.

Kedua tersangka kini resmi ditahan dan proses hukum akan terus berlanjut. Kasus ini menjadi peringatan keras terhadap semua pihak, terutama aparatur negara, untuk tidak menyalahgunakan jabatan dan wewenang dalam bentuk apa pun.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak
Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi
Siswi SMA di Pamekasan Melahirkan Bayi, Ayah Kandung Jadi Terduga
Polisi Gerebek Toko di Pasongsongan, Pria Diduga Pakai Sabu Diamankan
Senggolan Mobil Berujung Penganiayaan di Pasongsongan Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB