Vonis Ringan Kasus Narkotika, Kejari Sumenep Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi

- Penulis

Senin, 4 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, warta9.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep resmi mengajukan upaya banding atas vonis tiga tahun penjara terhadap terdakwa kasus narkotika, Riyanto.

Putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sumenep pada 30 Juni 2025 itu dinilai jauh lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni enam tahun enam bulan penjara.

“Sudah kami ajukan banding karena putusan majelis hakim jauh di bawah tuntutan, bahkan tidak mencapai batas minimal ancaman pidana,” ungkap Jaksa Nur Fajjriyah saat dikonfirmasi, Senin (4/8/2025).

Baca juga  Bursa Sekda Sumenep Memanas, Yanuar Yudha Bachtiar Muncul Sebagai Kuda Hitam Potensial

Nur menilai putusan tersebut tidak mencerminkan keadilan dan efek jera, mengingat Riyanto merupakan pelaku dalam jaringan peredaran narkoba.

Ia menyebut, vonis tiga tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider tiga bulan kurungan terlalu ringan jika dibandingkan dengan pasal yang disangkakan, yakni Pasal 112 dan 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca juga  Kronologi Gudang di Sumenep Terbakar Hebat

“Vonis ini bahkan separuh dari tuntutan kami. Hakim memutus perkara tidak sesuai dengan beratnya perbuatan terdakwa,” imbuhnya.

JPU Kejari Sumenep, lanjut Nur, langsung mengambil langkah hukum usai masa pikir-pikir usai vonis dibacakan. Banding resmi diajukan sebelum batas waktu tujuh hari berakhir dan kini tengah menunggu putusan dari Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

“Setelah menyatakan banding, kami kirimkan memori banding sekitar satu minggu kemudian. Sekarang tinggal menunggu putusan dari Pengadilan Tinggi, apakah menguatkan atau mengubah putusan sebelumnya,” jelasnya.

Baca juga  Layanan Lambat, Kepala UPT Dukcapil Ambunten Dikritik Warga

Sebelumnya, kasus Riyanto mencuat setelah ia ditangkap dalam operasi penegakan hukum atas tindak pidana narkotika di wilayah Sumenep. Putusan hakim sempat memicu kritik publik karena dinilai tidak memberi efek jera terhadap pelaku peredaran narkoba.

Kini, publik menanti langkah lanjutan dari Pengadilan Tinggi Jawa Timur dalam menentukan keadilan atas kasus yang menyita perhatian masyarakat ini.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak
Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi
Siswi SMA di Pamekasan Melahirkan Bayi, Ayah Kandung Jadi Terduga
Polisi Gerebek Toko di Pasongsongan, Pria Diduga Pakai Sabu Diamankan
Senggolan Mobil Berujung Penganiayaan di Pasongsongan Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB