BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Gunakan Barang Bersubsidi

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan seluruh dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilarang menggunakan barang bersubsidi, seperti gas elpiji 3 kilogram, minyak goreng MinyaKita, dan beras SPHP. Pengelola dapur yang melanggar aturan tersebut akan dikenai sanksi bertahap hingga penutupan permanen.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan seluruh dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilarang menggunakan barang bersubsidi, seperti gas elpiji 3 kilogram, minyak goreng MinyaKita, dan beras SPHP. Pengelola dapur yang melanggar aturan tersebut akan dikenai sanksi bertahap hingga penutupan permanen.

NASIONAL, (WARTA9) — Badan Gizi Nasional (BGN) melarang seluruh dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memanfaatkan barang dan bahan pangan bersubsidi dalam operasional sehari-hari. Pengelola dapur yang tetap melanggar aturan itu akan dikenai sanksi berjenjang hingga penghentian operasional secara permanen.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan ketentuan tersebut telah disampaikan kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut dia, larangan itu diterapkan agar program subsidi pemerintah tetap tepat sasaran dan tidak digunakan untuk kepentingan operasional MBG.

Adapun barang bersubsidi yang tidak boleh digunakan meliputi gas elpiji 3 kilogram, minyak goreng MinyaKita, serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Tidak boleh, ya. Tidak boleh masak untuk MBG memakai MinyaKita, tidak boleh memakai gas melon 3 kg, dan tidak boleh memakai beras SPHP. Tidak boleh,” kata Sudaryono, dikutip dari Liputan6, Senin (27/7/2026).

Sudaryono meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan aturan tersebut. Jika menemukan dapur MBG yang masih menggunakan barang bersubsidi, masyarakat maupun media dipersilakan melaporkannya kepada BGN untuk ditindaklanjuti.

Baca juga  Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG

Ia menjelaskan, setiap laporan akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum diputuskan pemberian sanksi. Tahap awal berupa teguran dan surat peringatan. Namun, jika pelanggaran terus dilakukan, BGN akan menutup dapur penyelenggara MBG tersebut.

“Kalau awak media menemukan di sosmed atau media, silakan dilaporkan. Dapur mana menggunakan MinyaKita, nanti kami akan beri teguran dan surat peringatan. Kalau ngeyel atau bandel, ya kita tutup dapurnya,” ujarnya.

Selain melarang penggunaan barang bersubsidi, BGN juga menginstruksikan seluruh dapur MBG membeli bahan pangan sesuai Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga  Cek Fakta: Undian Berhadiah Pengguna Jconnect Mobile Bank Jatim

Menurut Sudaryono, kebijakan itu dimaksudkan untuk menjaga kestabilan harga komoditas di tingkat petani dan peternak. Karena itu, dapur MBG tidak diperkenankan membeli bahan pangan dengan memanfaatkan harga pasar yang sedang merosot jauh di bawah harga acuan.

Ia mencontohkan harga telur yang beberapa waktu lalu turun hingga kisaran Rp12.000-Rp15.000 per kilogram, jauh di bawah HAP sebesar Rp25.000 di tingkat peternak. Dalam kondisi tersebut, dapur MBG tetap diminta membeli sesuai harga acuan agar peternak tidak mengalami kerugian.

“Tidak boleh memakai barang subsidi. Termasuk misalnya kemarin harga telur turun. Harga telur yang harusnya HAP-nya Rp 25.000 di kandang, kemudian jatuh sampai Rp 12.000-Rp 15.000,” ujar mantan Wakil Menteri Pertanian itu.

Sudaryono menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis tidak semata-mata bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Program ini juga diharapkan menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga komoditas pertanian dan peternakan di tingkat produsen.

“Tapi harus membeli telur di harga acuan pemerintah, untuk memastikan stabilisasi harga dan peternak tidak dirugikan,” tuturnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baru Sebulan Lebih Menjabat, Nanik S Deyang Mundur dari Kursi Kepala BGN
Antrean BBM di Sumenep Disorot, Dugaan Pengisian Jerigen Berulang di SPBU Jadi Sorotan
Surat dari Pusara Bung Karno: Negeri Kaya yang Kerap Kehilangan Amanah
Puluhan Dapur MBG Sumenep Antre Sertifikasi, 21 Sudah Resmi Berlabel Halal
Libur Sekolah Dimanfaatkan BGN untuk Benahi Program MBG, Fokus pada Data dan Kualitas Layanan
LSM Bidik Desak Kejagung Periksa Anggota DPR Slamet Ariyadi Terkait Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
Nama Slamet Ariyadi Dikaitkan Isu Jual Beli Titik SPPG, Forkot Desak Aparat Lakukan Penyelidikan
Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya Jadi Tersangka Korupsi MBG, Total Harta Capai Puluhan Miliar Rupiah

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:05 WIB

BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Gunakan Barang Bersubsidi

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:51 WIB

Baru Sebulan Lebih Menjabat, Nanik S Deyang Mundur dari Kursi Kepala BGN

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:53 WIB

Antrean BBM di Sumenep Disorot, Dugaan Pengisian Jerigen Berulang di SPBU Jadi Sorotan

Senin, 22 Juni 2026 - 13:18 WIB

Surat dari Pusara Bung Karno: Negeri Kaya yang Kerap Kehilangan Amanah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:12 WIB

Puluhan Dapur MBG Sumenep Antre Sertifikasi, 21 Sudah Resmi Berlabel Halal

Berita Terbaru