Nama Slamet Ariyadi Dikaitkan Isu Jual Beli Titik SPPG, Forkot Desak Aparat Lakukan Penyelidikan

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Slamet Ariyadi Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Madura fraksi Partai Amanat Nasional (PAN)

Slamet Ariyadi Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Madura fraksi Partai Amanat Nasional (PAN)

MADURA, (WARTA9) — Isu dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan publik. Di tengah berkembangnya informasi tersebut, nama anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Madura, Slamet Ariyadi, turut disebut dalam perbincangan yang ramai beredar di media sosial.

Menanggapi hal itu, Forum Kota (Forkot) mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang di masyarakat.

Ketua Forkot, Samsul Arifin atau yang dikenal dengan sapaan Gerad, menegaskan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung perlu turun tangan menelusuri dugaan praktik jual beli titik SPPG yang belakangan menjadi perbincangan publik.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang muncul di tengah masyarakat.

Baca juga  Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG

“Kami berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan transparan dalam mengusut informasi yang berkembang, sehingga publik mendapatkan kejelasan berdasarkan fakta dan bukti yang sah,” ujar Gerad, Selasa (9/6/2026).

Nama Slamet Ariyadi mencuat setelah beredarnya sebuah video dari akun TikTok @gerakanrakyat yang viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut terdapat orasi yang berisi desakan kepada KPK dan Kejaksaan Agung agar mengusut dugaan praktik jual beli titik SPPG di wilayah Madura.

Video itu juga menyinggung sejumlah nama yang disebut perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum, termasuk Slamet Ariyadi. Sejak beredar luas, video tersebut memicu beragam respons dan diskusi di kalangan masyarakat.

Baca juga  Curi Dua Sapi, Warga Lenteng Ditangkap di Kediri Setelah Lama Buron

Forkot menilai penyelidikan menjadi langkah yang diperlukan untuk memastikan apakah informasi yang beredar memiliki dasar hukum atau sekadar rumor yang belum terbukti. Dengan demikian, proses hukum dapat berjalan secara objektif dan tidak menimbulkan keresahan di tengah publik.

Di sisi lain, isu dugaan jual beli titik SPPG berkembang bersamaan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program strategis pemerintah. Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, satu titik SPPG disebut-sebut memiliki nilai transaksi yang mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang membenarkan maupun membantah informasi tersebut.

Baca juga  Surat Bocah SD untuk Prabowo di Tengah Kunjungan ke Nganjuk, Isi Pesannya Bikin Haru

Gerad menegaskan bahwa pihaknya tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Ia menilai penyebutan nama seseorang dalam sebuah isu yang beredar tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran hukum sebelum dilakukan proses penyelidikan dan pembuktian sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami menghormati asas praduga tak bersalah. Karena itu, perlu ada proses yang jelas untuk memastikan apakah informasi yang beredar benar-benar memiliki dasar hukum atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Slamet Ariyadi belum memberikan pernyataan resmi terkait isu yang berkembang maupun penyebutan namanya dalam video yang viral tersebut.

KPK dan Kejaksaan Agung juga belum mengeluarkan keterangan resmi terkait desakan penyelidikan yang disampaikan oleh Forkot.

Penulis : Zalfania

Editor : Ratih

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak
Pengukuhan DPC PKB Sumenep Diwarnai Keluhan Konsumsi, Target 15 Kursi DPRD
Feri Hartanto Masuk Struktur DPC PKB Sumenep, Bawa Pengalaman Organisasi dan UMKM
Dugaan Kekerasan terhadap Santri di Pesantren Pamekasan, Korban Alami Patah Tulang
Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Kebakaran Lahan di Kawasan POJ Marina Semarang, Api Belum Padam hingga Malam

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengukuhan DPC PKB Sumenep Diwarnai Keluhan Konsumsi, Target 15 Kursi DPRD

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Feri Hartanto Masuk Struktur DPC PKB Sumenep, Bawa Pengalaman Organisasi dan UMKM

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB