Rektor Uniba Madura Nilai Kampus Tak Tepat Kelola Dapur MBG

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Rachmad Hidayat memberikan keterangan terkait pandangannya mengenai keterlibatan perguruan tinggi dalam pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG, Jumat (22/5/2026).

Prof. Rachmad Hidayat memberikan keterangan terkait pandangannya mengenai keterlibatan perguruan tinggi dalam pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG, Jumat (22/5/2026).

SUMENEP, (WARTA9) — Wacana pelibatan perguruan tinggi dalam pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memunculkan beragam pandangan di kalangan kampus di Madura.

Sejumlah rektor menilai keterlibatan kampus dapat memperkuat pengawasan dan tata kelola program. Namun, ada pula yang mengingatkan agar perguruan tinggi tetap menjaga marwahnya sebagai institusi akademik dan tidak terlalu jauh masuk ke ranah operasional.

Rektor Universitas Bahaudin Mudhary Madura, Prof. Rachmad Hidayat, memilih bersikap hati-hati terhadap rencana tersebut. Menurutnya, kampus memiliki fungsi utama sebagai lembaga akademik sehingga kurang tepat jika ikut terlibat langsung dalam pengelolaan dapur MBG.

Baca juga  Ketua DPRD Sumenep Apresiasi Kinerja Polres Dalam Penanganan Arus Mudik

“Kalau menurut saya, kampus adalah lembaga akademik. Kurang pas kalau kampus juga terlibat dalam SPPG,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Meski demikian, ia memastikan pihaknya tetap mendukung penuh program pemerintah dalam pemenuhan gizi anak. Hanya saja, kontribusi perguruan tinggi dinilai lebih relevan diarahkan pada aspek akademik seperti riset, edukasi, pendampingan, hingga pengawasan program.

“Kami mendukung penyediaan gizi untuk anak-anak bangsa. Tapi lebih baik kampus menjadi lembaga yang mengawasi kegiatan SPPG saja,” katanya.

Prof. Rachmad menegaskan, perguruan tinggi harus menjaga independensi dan identitasnya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Ia menilai keterlibatan langsung dalam pengelolaan dapur MBG berpotensi mengaburkan fungsi utama kampus.

Baca juga  TRCPPA Desak Polisi Segera Usut Tuntas Kasus Pelecehan di UNIBA Madura

“SPPG ini kan juga ada sisi bisnisnya. Kampus itu lembaga akademik non-waralaba. Kami harus menjaga marwah kampus sebagai lembaga akademik,” tegasnya.

Pandangan berbeda disampaikan Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Safi’. Ia justru melihat keterlibatan perguruan tinggi dalam program MBG sebagai langkah strategis untuk memperkuat profesionalitas pengelolaan dan pengawasan program.

Menurutnya, kampus memiliki sumber daya manusia, jejaring sosial, serta kapasitas akademik yang cukup untuk mendukung keberhasilan program nasional tersebut.

Baca juga  Bursa Sekda Sumenep Memanas, Yanuar Yudha Bachtiar Muncul Sebagai Kuda Hitam Potensial

“Menurut saya, keputusan melibatkan perguruan tinggi memiliki keunggulan tersendiri, terutama dalam memastikan pengelolaan dan pengawasan program berjalan optimal,” ujarnya.

Safi’ juga menyatakan kesiapan kampusnya apabila nantinya dipercaya menjadi mitra SPPG berbasis perguruan tinggi.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional mendorong perguruan tinggi menjadikan program MBG sebagai “laboratorium hidup” untuk mendukung penguatan riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan pendidikan lintas disiplin.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa kalangan kampus di Madura sama-sama mendukung program pemenuhan gizi nasional, namun memiliki pendekatan berbeda terkait bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam pelaksanaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen
Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri
HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai
MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Workspace, Tempat Nyaman untuk Kerja dan Belajar
Bappeda Sumenep Susun Peta Jalan Baru untuk Pacu Ekonomi Daerah
DPRD-Pemkab Sumenep Sepakati Arah Perubahan APBD 2026
Sumenep Siapkan Pilkades 2027 dengan e-Voting, DPMD Awali Lewat FGD

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:45 WIB

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen

Selasa, 8 September 2026 - 22:34 WIB

Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:49 WIB

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Workspace, Tempat Nyaman untuk Kerja dan Belajar

Berita Terbaru