SUMENEP, (WARTA9) — Dugaan hilangnya saldo rekening nasabah usai melakukan transaksi menggunakan layanan QRIS melalui aplikasi MyBCA masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga hampir satu bulan sejak kasus tersebut mencuat ke publik, pihak BCA Cabang Sumenep belum memberikan penjelasan resmi terkait persoalan yang dikeluhkan nasabah.
Sikap tertutup itu menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, kasus yang menimpa seorang nasabah bernama Anwar telah ramai diperbincangkan dan menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan transaksi digital perbankan.
Sejumlah media yang tergabung dalam Aliansi Media Partner (AMP) bahkan telah berupaya meminta klarifikasi secara resmi kepada manajemen BCA Cabang Sumenep. Surat permohonan konfirmasi yang dilayangkan pada 25 Mei 2026 memuat berbagai pertanyaan terkait dugaan hilangnya saldo nasabah, kebijakan ketenagakerjaan, hingga kontribusi perusahaan terhadap pengembangan UMKM dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Kabupaten Sumenep.
Dalam surat tersebut, AMP secara khusus menyoroti laporan Anwar yang mengaku kehilangan dana sebesar Rp1 juta setelah menggunakan layanan QRIS melalui aplikasi MyBCA. Pertanyaan yang diajukan mencakup kronologi kejadian, langkah investigasi internal, mekanisme perlindungan nasabah, hingga kemungkinan adanya gangguan atau celah dalam sistem transaksi elektronik.
Namun hingga kini, seluruh pertanyaan tersebut belum memperoleh tanggapan dari pihak manajemen BCA Cabang Sumenep.
Kasus ini bermula ketika Anwar melakukan transaksi menggunakan QRIS pada Jumat, 15 Mei 2026. Beberapa jam setelah transaksi berlangsung, ia mengecek mutasi rekening melalui aplikasi MyBCA dan mendapati adanya kejanggalan pada saldo rekeningnya.
Menurut pengakuannya, sistem QRIS menunjukkan status transaksi berhasil. Namun dana yang seharusnya tercatat dalam saldo rekening justru tidak ditemukan.
Anwar mengaku kebingungan karena seluruh notifikasi transaksi yang diterimanya menunjukkan proses pembayaran berjalan normal tanpa kendala.
Merasa dirugikan, ia kemudian mendatangi kantor BCA Cabang Sumenep untuk meminta penjelasan. Namun, upayanya mencari kepastian belum membuahkan hasil.
Ia mengaku diarahkan untuk menyampaikan pengaduan melalui layanan Hallo BCA tanpa mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab berkurangnya saldo maupun kemungkinan pengembalian dana yang hilang.
Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai sejauh mana perlindungan yang diberikan bank kepada nasabah ketika terjadi dugaan masalah dalam transaksi digital.
Di tengah pesatnya penggunaan layanan pembayaran elektronik, transparansi dan kecepatan penanganan pengaduan dinilai menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan.
Sementara itu, Anwar berharap persoalan yang dialaminya segera memperoleh kejelasan. Ia juga meminta pihak bank memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan nasabah lainnya.
“Yang saya harapkan sederhana, ada kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan dana saya bisa kembali,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BCA Cabang Sumenep terkait perkembangan penanganan laporan tersebut.
Penulis : Zalfania
Editor : Ratih








Comment