Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUMENEP, (WARTA9) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep berpotensi memasuki babak baru. Sejumlah dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini beroperasi di beberapa kecamatan terancam ditata ulang menyusul kebijakan terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang membatasi jumlah dapur maksimal enam unit di setiap kecamatan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah pusat dalam menata pelaksanaan program MBG secara nasional yang kini telah didukung lebih dari 27 ribu dapur aktif di berbagai daerah Indonesia.

Di Kabupaten Sumenep, sejumlah kecamatan diketahui telah melampaui batas yang ditetapkan. Kondisi ini membuka kemungkinan adanya penyesuaian distribusi dapur MBG, baik melalui relokasi maupun skema lain yang masih menunggu keputusan resmi dari BGN.

Baca juga  Ketua DPRD Sumenep Apresiasi Festival Ketupat 2025 di Pantai Slopeng

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sumenep, M. Kholilur Rahman, mengatakan terdapat beberapa kecamatan yang jumlah dapurnya sudah melebihi kuota maksimal. Di antaranya Kecamatan Pragaan, Guluk-Guluk, Lenteng, Arjasa, hingga Kecamatan Kota Sumenep.

Menurut Kholil, Kecamatan Kota menjadi wilayah dengan jumlah dapur MBG terbanyak saat ini.

“Untuk Kecamatan Kota sudah ada 11 dapur yang beroperasi,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Data yang dihimpun menunjukkan, hingga saat ini terdapat 114 dapur MBG yang aktif beroperasi di Kabupaten Sumenep. Selain itu, sebanyak 10 dapur lainnya masih berada pada tahap persiapan sebelum resmi melayani masyarakat.

Baca juga  Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Pamekasan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

Meski demikian, Kholil menegaskan bahwa pihaknya belum menerima petunjuk teknis maupun arahan resmi dari BGN terkait mekanisme penyesuaian bagi kecamatan yang kelebihan kuota dapur.

Karena belum ada regulasi turunan yang diterima daerah, nasib dapur-dapur yang jumlahnya melebihi ketentuan masih belum dapat dipastikan. Opsi penutupan maupun pemindahan ke wilayah lain masih sebatas kemungkinan yang menunggu keputusan pemerintah pusat.

“Kami belum mengetahui apakah nantinya akan ditutup atau dialihkan ke kecamatan lain. Sampai sekarang belum ada arahan dari BGN terkait hal itu,” jelasnya.

Saat ini, seluruh dapur MBG di Kabupaten Sumenep dipastikan tetap beroperasi normal dan menjalankan pelayanan sebagaimana biasa. Para pengelola dapur juga belum menerima instruksi penghentian aktivitas maupun relokasi.

Baca juga  Bupati Fauzi Perkuat Sinergi dengan PCNU Sumenep, Dorong Kolaborasi untuk Pembangunan Daerah

Kholil menambahkan, fokus utama saat ini adalah memastikan layanan pemenuhan gizi kepada para siswa dan kelompok penerima manfaat tetap berjalan tanpa hambatan sembari menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.

“Belum ada arahan apa pun terkait penyesuaian itu. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari BGN,” tandasnya.

Jika kebijakan pembatasan enam dapur per kecamatan nantinya benar-benar diterapkan, pemerintah daerah bersama jajaran SPPG diharapkan dapat melakukan penataan secara terukur agar distribusi makanan bergizi tetap menjangkau seluruh penerima manfaat tanpa mengurangi kualitas layanan yang telah berjalan selama ini.

Penulis : Zalfania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen
Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri
HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Membership Jokotole Gym, Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat
MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
“Suki in The Garden” MYZE Hotel Sumenep, Sensasi Kuliner Malam dengan Live Music
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:45 WIB

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen

Selasa, 8 September 2026 - 22:34 WIB

Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai

Rabu, 2 September 2026 - 14:37 WIB

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Membership Jokotole Gym, Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak

Berita Terbaru