Rokok Ilegal Marak di Madura, DPRD Jatim Desak Pengawasan Bea Cukai Diperketat

- Penulis

Senin, 18 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, (WARTA9) — Maraknya peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai di Madura kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Nur Faizin, menilai pemerintah harus segera mengambil langkah tegas dengan menurunkan tarif cukai secara proporsional sekaligus memperkuat sistem pengawasan di lapangan.

Menurutnya, peredaran rokok ilegal asal Batam, seperti merek San Marino dan Manchester, semakin merajalela di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Pamekasan. Ironisnya, fenomena tersebut seakan luput dari pengawasan aparat terkait.

“Peredaran rokok ilegal bukan sekadar merugikan negara dari sisi penerimaan fiskal, tetapi juga merusak tatanan pasar dan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat di tingkat lokal,” tegasnya dalam keterangan resmi, Minggu (17/8/2025).

Cukai Tinggi, Pasar Gelap Subur

Nur Faizin menjelaskan, tingginya tarif cukai tembakau terbukti berbanding lurus dengan meningkatnya konsumsi rokok ilegal. Kondisi ini menunjukkan adanya tax elasticity problem, di mana kebijakan fiskal belum sepenuhnya memperhitungkan perilaku konsumen dan pelaku pasar.

“Tarif cukai yang tinggi membuat konsumen mencari alternatif murah, dan celah itu dimanfaatkan oleh produk ilegal. Ini anomali pasar yang menghantam dua sisi sekaligus: penerimaan negara dan keberlangsungan industri tembakau legal,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tarif cukai bukan satu-satunya faktor utama. Lemahnya pengawasan distribusi, terutama jalur masuk dari Batam ke Madura, menjadi pintu besar bagi peredaran rokok ilegal.

Dugaan Kolusi dan Lemahnya Tata Kelola

Lebih jauh, Nur Faizin menduga adanya praktik kolusi antara oknum aparat Bea Cukai dengan jaringan produsen maupun distributor ilegal.

“Ini bukan semata problem ekonomi, tapi problem tata kelola (governance). Selama integritas dan efektivitas penegakan hukum tidak dibenahi, kebijakan tarif apa pun tidak akan efektif. Masalah utamanya ada di pengawasan,” tegasnya.

Ia mendesak Komisi XI DPR RI agar tidak berhenti pada wacana penurunan cukai semata. Menurutnya, DPR harus mengawal secara ketat kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui pengawasan melekat dan audit independen.

Audit Independen dan Kolaborasi Lintas Lembaga

Nur Faizin mengusulkan agar DPR mendorong audit independen terhadap jalur distribusi rokok dari Batam ke Jawa Timur. Selain itu, perlu ada kerja sama lintas lembaga, termasuk dengan KPK dan BPK, untuk mencegah praktik “main mata” dalam pengawasan distribusi rokok ilegal.

“Komisi XI harus memposisikan diri sebagai fiscal guardian sekaligus oversight body yang mengawal keberlanjutan fiskal negara. Ini bukan sekadar soal kehilangan pendapatan, tapi juga menyangkut kredibilitas negara dalam menegakkan aturan,” katanya.

Ancaman Shadow Economy

Ia mengingatkan, jika fenomena peredaran rokok ilegal tidak segera ditangani secara komprehensif, maka shadow economy di sektor tembakau akan semakin besar.

Dampaknya bukan hanya pada berkurangnya penerimaan negara, tetapi juga melemahkan stabilitas ekonomi lokal, terutama bagi petani tembakau dan produsen legal yang taat membayar cukai.

“Kalau dibiarkan, ini akan menjadi bom waktu bagi industri tembakau kita. Negara rugi, industri legal tertekan, dan petani pun ikut terpuruk,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Comment

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma
LSM Bidik Desak Kejagung Periksa Anggota DPR Slamet Ariyadi Terkait Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
Nama Slamet Ariyadi Dikaitkan Isu Jual Beli Titik SPPG, Forkot Desak Aparat Lakukan Penyelidikan
Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret
Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya Jadi Tersangka Korupsi MBG, Total Harta Capai Puluhan Miliar Rupiah
Audit Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Pergantian Pimpinan BGN Disebut Bagian Evaluasi Menyeluruh
Polri Hadir untuk Petani, Polsek Gapura Kawal Program Ketahanan Pangan di Sumenep
Diduga Hendak Edarkan Sabu, Pria Asal Sampang Diciduk di Warung Makan Pamekasan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:15 WIB

Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:20 WIB

LSM Bidik Desak Kejagung Periksa Anggota DPR Slamet Ariyadi Terkait Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:25 WIB

Nama Slamet Ariyadi Dikaitkan Isu Jual Beli Titik SPPG, Forkot Desak Aparat Lakukan Penyelidikan

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:26 WIB

Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:19 WIB

Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya Jadi Tersangka Korupsi MBG, Total Harta Capai Puluhan Miliar Rupiah

Berita Terbaru