Bandar Narkoba Riyanto Dituntut 6,5 Tahun Penjara

- Penulis

Rabu, 18 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka bandar narkoba dan barang bukti yang disita polisi. (Foto: Istimewa)

Tersangka bandar narkoba dan barang bukti yang disita polisi. (Foto: Istimewa)

Sumenep, warta9.co.id – Kasus peredaran narkotika yang menyeret nama Riyanto (37), warga Dusun Nyabungan, Desa Jenangger, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, akhirnya menemukan titik akhir. Pria yang diamankan dengan barang bukti sabu-sabu ini kini resmi dituntut 6 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp800 juta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tuntutan tersebut disampaikan JPU Nur Fajjriyah dari Kejaksaan Negeri Sumenep dalam persidangan terbaru. Menurutnya, apabila denda tersebut tidak dibayar, Riyanto wajib menjalani pidana tambahan berupa kurungan selama 6 bulan.

Baca juga  Halal Bihalal Seni di STKIP PGRI Sumenep Hadirkan Seniman Ternama

“Dituntut 6 tahun 6 bulan dan denda Rp800 juta,” tegas Nur kepada wartawan, Rabu (18/6/2025).

Riyanto ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Sumenep pada Senin pagi, 10 Februari 2025, sekitar pukul 04.30 WIB. Penangkapan dilakukan di dalam kamar rumahnya, dan petugas menemukan sejumlah barang bukti mencurigakan.

Barang bukti yang diamankan antara lain empat poket sabu dengan total berat 1,31 gram, satu timbangan elektrik, satu kotak senter biru, satu pack plastik klip, alat isap (sedotan), dan uang tunai Rp30 ribu.

Baca juga  Polisi Bubarkan Balap Liar di Talango, Lima Motor Diamankan

Tak berhenti di situ, polisi kemudian mengembangkan kasus ini ke sebuah gubuk tambak udang milik Riyanto di Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek. Di sana, petugas kembali menemukan tiga poket sabu dalam kotak senter, serta satu poket lain di sudut gubuk.

“Seluruh barang bukti yang ditemukan di dua lokasi itu diakui sebagai milik tersangka,” ungkap Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, dalam keterangan tertulis pada hari penangkapan.

Setelah penyidikan rampung, Riyanto dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal tersebut memuat ancaman pidana berat atas kepemilikan dan peredaran narkotika, yakni minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Baca juga  DPRD Sumenep Desak Polres Ringkus Bandar Narkoba Timur Daya

Berkas perkara Riyanto dinyatakan lengkap (P21) dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sumenep pada pertengahan Mei 2025.

Kasus ini menjadi bukti konkret keseriusan aparat penegak hukum di Sumenep dalam memberantas jaringan narkoba, hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak
Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi
Siswi SMA di Pamekasan Melahirkan Bayi, Ayah Kandung Jadi Terduga
Polisi Gerebek Toko di Pasongsongan, Pria Diduga Pakai Sabu Diamankan
Senggolan Mobil Berujung Penganiayaan di Pasongsongan Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB