Dinsos P3A Sumenep Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Patean

- Penulis

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin saat diwawancara media. (Foto: Hayat/warta9)

Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin saat diwawancara media. (Foto: Hayat/warta9)

SUMENEP, WARTA9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memperlihatkan keseriusannya dalam mendukung Program Sekolah Rakyat, sebuah program prioritas nasional yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto melalui inisiasi Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Pemkab Sumenep telah resmi mengajukan usulan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Desa Patean.

Lahan yang diusulkan memiliki luas antara 5 hingga 10 hektare, dan direncanakan untuk pembangunan fasilitas pendidikan terpadu mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

“Persyaratan untuk lahan ini sudah kami penuhi, mulai dari legalitas atas nama pemerintah daerah hingga status lahan yang bebas dari sengketa. Kini, kami hanya tinggal menunggu hasil verifikasi dan seleksi dari pihak Kemensos,” ujar Mustangin, Kepala Dinsos P3A Sumenep, Selasa (29/4/2025).

Program Sekolah Rakyat ini bertujuan membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Seluruh kebutuhan peserta didik akan ditanggung oleh negara, mencakup fasilitas asrama, konsumsi harian, hingga perlengkapan pendidikan.

Yang menarik, dalam sistem asrama tersebut, empat orang siswa akan tinggal bersama dalam satu ruangan, tidak hanya untuk menerima pendidikan akademis, tetapi juga pembinaan karakter seperti penanaman nilai moral, pelatihan kedisiplinan, serta persiapan keterampilan hidup bermasyarakat.

“Program Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari upaya strategis nasional untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Kunci utamanya adalah memberikan pendidikan bermutu kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera,” tegas Mustangin.

Lebih lanjut, Mustangin mengungkapkan harapannya agar Kabupaten Sumenep bisa menjadi salah satu dari 200 lokasi yang akan mendapatkan pembangunan Sekolah Rakyat tahun ini.

“Kami sangat berharap Sumenep terpilih. Ini peluang besar untuk memastikan anak-anak di daerah kami bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah. Semoga ini menjadi tonggak awal perubahan yang nyata,” tutupnya.***

Facebook Comments Box

Comment

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Paseser 2026 Siap Digelar di Pasongsongan, Hadirkan 757 Penari Tongtong dan Bazar UMKM Pesisir
Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma
Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG
BCA Sumenep Bungkam Soal Dugaan Saldo Nasabah Raib Usai Transaksi QRIS, Publik Pertanyakan Transparansi
Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret
Valen DA7 Hipnotis Ribuan Penonton di Madura Fest 2026, Stadion GOR A. Yani Bergemuruh
Polri Hadir untuk Petani, Polsek Gapura Kawal Program Ketahanan Pangan di Sumenep
BGN Bekukan Sementara 16 SPPG di Sumenep, Penyaluran Dana Ikut Terancam

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:02 WIB

Festival Paseser 2026 Siap Digelar di Pasongsongan, Hadirkan 757 Penari Tongtong dan Bazar UMKM Pesisir

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:15 WIB

Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:15 WIB

Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:54 WIB

BCA Sumenep Bungkam Soal Dugaan Saldo Nasabah Raib Usai Transaksi QRIS, Publik Pertanyakan Transparansi

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:26 WIB

Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret

Berita Terbaru