SUMENEP, Warta9.co.id – Sebagai bagian dari program pembelajaran luar kelas, puluhan siswa-siswi TK Bina Anaprasa Kusuma Bangsa, Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep, mengadakan kunjungan edukatif ke Museum Keraton Agung Sumenep.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah dan budaya lokal kepada anak-anak sejak dini. Didampingi oleh guru dan orang tua, para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kunjungan.
Mereka diajak mengeksplorasi berbagai koleksi museum yang menyimpan peninggalan bersejarah Kesultanan Sumenep, seperti keris, gamelan, hingga dokumen sejarah lainnya.
Kepala TK Bina Anaprasa Kusuma Bangsa, Ida, menjelaskan bahwa kunjungan ini dirancang untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya dan sejarah lokal pada anak-anak sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai budaya serta sejarah daerahnya. Museum Keraton Sumenep adalah tempat yang sangat tepat untuk itu. Melalui kunjungan ini, kami berharap mereka mendapatkan pengalaman baru dan menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya kita,” ujar Ibu Ida. Sabtu, (18/1/2025).
Selama berkeliling museum, keceriaan terpancar dari wajah para siswa. Aktivitas ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai edukatif secara kreatif dan menyenangkan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar secara visual melalui benda-benda koleksi museum, tetapi juga diajak mengapresiasi budaya lewat aktivitas menggambar,” tambah Ida.
Salah satu siswa, Alka (6), berbagi kebahagiaannya setelah melihat gamelan untuk pertama kalinya. “Aku senang banget, lihat alat musik yang besar sekali. Aku mau cerita ke mimi di rumah,” katanya dengan ceria.
Kunjungan edukatif ini menjadi salah satu upaya pihak sekolah dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi para siswa.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya serta sejarah yang dimiliki daerah mereka,” pungkasnya.
Museum Keraton Agung Sumenep sendiri rutin menerima kunjungan serupa dari berbagai instansi pendidikan di Sumenep dan luar Madura, dengan pendampingan pemandu yang menjelaskan sejarah di setiap sudut museum, termasuk dimulai dari Labang Mesem.








Comment