SUMENEP, Warta9 — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Pasongsongan–Soddara resmi mulai beroperasi melalui kegiatan grand launching yang digelar di Dusun Serreh, Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan. Program ini dihadirkan sebagai langkah strategis dalam mendukung peningkatan gizi peserta didik dengan mengusung semangat “Menuju Generasi Emas yang Sehat dan Cerdas”.
Kepala SPPG Sumenep Pasongsongan–Soddara, Moh. Wildan, menyampaikan bahwa peluncuran tersebut berlangsung sukses dan mendapat dukungan dari berbagai unsur lintas sektor. Kegiatan ini turut dihadiri oleh 33 kepala sekolah sebagai mitra program, serta jajaran Muspika Pasongsongan, termasuk perwakilan camat, Polsek, Koramil, dan Puskesmas.
“Alhamdulillah, pelaksanaan grand launching berjalan dengan baik dan lancar. Ini menjadi tonggak awal dimulainya layanan pemenuhan gizi yang terstruktur dan berkelanjutan,” ungkap Wildan, Rabu (28/1).
Ia mengungkapkan, secara keseluruhan jumlah penerima manfaat program SPPG Pasongsongan–Soddara mencapai 2.375 orang. Pada tahap awal atau minggu pertama, distribusi makanan bergizi menyasar 1.017 penerima manfaat, sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Pada minggu kedua, jumlah penerima manfaat akan bertambah sekitar 500 orang, dan ke depan akan terus ditingkatkan secara bertahap,” jelasnya.
Wildan menegaskan, kehadiran SPPG di wilayah Pasongsongan–Soddara diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi anak didik. Ia juga menekankan komitmen pihaknya untuk terus melakukan perbaikan layanan melalui evaluasi terbuka.
“Kami siap menerima masukan dan kritik dari berbagai pihak, baik terkait menu MBG, porsi makanan, maupun sistem penyajian. Semua demi peningkatan kualitas layanan,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, menyampaikan apresiasinya atas berdirinya dapur MBG di wilayah Soddara–Pasongsongan. Ia berharap program ini dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan dapur MBG ini dapat terus beroperasi dengan baik tanpa kendala. Fokus utama kita adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang berkualitas,” ujarnya.
Menurut Fariz, kualitas makanan menjadi faktor krusial karena berkaitan langsung dengan kesehatan serta perkembangan kecerdasan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.








Comment