Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Tuntut Pecat Oknum Dosen Asusila

- Penulis

Selasa, 25 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep saat menggelar aksi di halaman kampus. (Foto: Hayat/Warta9)

Puluhan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep saat menggelar aksi di halaman kampus. (Foto: Hayat/Warta9)

SUMENEP, WARTA9 – Puluhan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep turun ke jalan, pada Selasa (25/3/2025), menuntut pemecatan seorang dosen bergelar doktor berinisial MKH yang diduga terlibat dalam skandal asusila.

Mereka mengecam sikap kampus yang dinilai lamban dan enggan mengambil tindakan tegas. Aksi ini muncul sebagai respons atas laporan dari berbagai pihak, termasuk istri sah MKH, D, yang membongkar perilaku bejat suaminya.

“Anak umur satu tahun, ayahnya selingkuh. Anak umur dua tahun, selingkuhannya punya anak. Anak umur tiga tahun, ayahnya selingkuh lagi dengan orang yang berbeda,” ungkap D. kepada media, Senin (24/3/2025).

Baca juga  Al-Alim Al-Muta’allim, Abuya Miftah Raih Gelar Doktor dengan Predikat Magna Cumlaude

Kampus STAIM, tempat MKH juga mengajar, sudah menonaktifkan dosen bermasalah itu. Namun, STKIP PGRI Sumenep masih terkesan ragu-ragu. Padahal, tekanan moral dari mahasiswa dan publik semakin kuat.

Demonstrasi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB dipimpin langsung oleh Ketua BEM STKIP PGRI Sumenep, Moh. Nurul Hidayatullah. Ia dengan lantang menuntut kejelasan dan tindakan nyata dari pihak kampus.

Baca juga  Cara UNIBA Madura Gaet Mitra Strategis, Kunci Sukses Tembus Kancah Internasional

“Kami tidak hanya menuntut klarifikasi, tetapi tindakan konkret. STKIP PGRI Sumenep harus mencopot dan memecat dosen yang mencoreng nama baik kampus!” seru Hidayatullah.

Tak hanya itu, mahasiswa berjanji akan terus melakukan aksi hingga ada keputusan tegas. “Jika pimpinan kampus tidak segera bertindak, kami akan melakukan aksi lebih besar” tegasnya.

Baca juga  Mulyadi Ajak Generasi Muda Berpikir Terbuka dan Perluas Relasi

Setelah aksi semakin memanas, perwakilan kampus akhirnya muncul. Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, M. Fauzi, menemui para demonstran dan memberikan pernyataan yang mengejutkan.

“Keputusan dari pimpinan kampus akan dikeluarkan selambat-lambatnya Jumat, 28 Maret 2025. Jika tidak ada keputusan hingga hari tersebut, saya siap mundur dari jabatan saya,” kata Fauzi meyakinkan peserta aksi.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Kapolresta Sumenep Pimpin Upacara Serentak, Pelajar Diingatkan Jauhi Judi Online dan Bullying
KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen
Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri
MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Workspace, Tempat Nyaman untuk Kerja dan Belajar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:33 WIB

SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak

Senin, 14 September 2026 - 15:55 WIB

Kapolresta Sumenep Pimpin Upacara Serentak, Pelajar Diingatkan Jauhi Judi Online dan Bullying

Kamis, 10 September 2026 - 19:45 WIB

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen

Selasa, 8 September 2026 - 22:34 WIB

Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB