Kasus Kekerasan Seksual di Sumenep Meningkat, PMII STKIP Desak Pemerintah Bertindak Nyata

- Penulis

Senin, 28 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, warta9.co.id – Angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan publik. Meskipun secara nasional kasus kekerasan terhadap perempuan telah mencapai lebih dari 300.000 kasus sepanjang tahun lalu menurut Komnas Perempuan, tren yang mengkhawatirkan juga tercermin di daerah, termasuk di Kabupaten Sumenep.

Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2022 hingga pertengahan 2025, terdapat 156 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan ke Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Sumenep.

Rinciannya, sebanyak 40 kasus terjadi pada 2022, menurun menjadi 34 kasus di 2023, namun kembali melonjak ke angka 50 kasus pada 2024. Sementara hingga Juni 2025 saja, sudah tercatat 32 kasus.

Baca juga  Konsumen Kecewa, Layanan Fast Track J&T Cargo Sumenep Buruk

Kasus pencabulan terhadap anak menjadi bagian paling memprihatinkan. Pada 2023, tercatat 17 kasus pencabulan, disusul 16 kasus pada 2024. Sedangkan pada pertengahan tahun 2025, sudah ada 6 kasus pencabulan anak yang ditangani Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, dan jumlah ini masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.

Melihat kondisi ini, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP PGRI Sumenep menilai bahwa pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), belum menunjukkan keseriusan dalam menangani dan menekan angka kekerasan seksual di daerah.

Baca juga  Pelatihan Paralegal di Unija, Pemkab Sumenep Dorong Akses Bantuan Hukum hingga Desa

“Kita tidak bisa terus-menerus menormalisasi kekerasan seksual sebagai sesuatu yang lumrah. Pemerintah perlu menunjukkan hasil nyata, bukan hanya sekadar wacana,” tegas Dicky Alamsyah, Ketua PMII Komisariat STKIP PGRI Sumenep, Senin (28/7/2025).

Dicky menambahkan bahwa perempuan dan anak bukan objek kekuasaan, melainkan manusia utuh yang memiliki hak untuk hidup aman dan bermartabat.

“Jika kekerasan ini terus dibiarkan, baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun akademisi, maka sejatinya kita semua turut menjadi bagian dari kejahatan itu,” tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, PMII STKIP menyerukan agar solusi yang diambil tidak hanya bersifat represif, namun juga preventif dan rehabilitatif. Mereka mengusulkan lima langkah strategis untuk menangani krisis ini secara menyeluruh, yakni:

Baca juga  Disdik Sumenep Serukan Sekolah Sehat, Orang Tua Diminta Dukung Larangan Jajanan Kemasan

1. Pendidikan Seksual Komprehensif sejak Dini

2. Penguatan Penegakan Hukum dan Perlindungan Korban melalui UUTPKS

3. Layanan Terpadu untuk Korban Kekerasan

4. Pemberdayaan Perempuan dan Komunitas Lokal

5. Kampanye Publik dan Keterlibatan Media

PMII berharap agar langkah-langkah ini tidak hanya menjadi rekomendasi, tetapi juga segera diadopsi oleh pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah daerah.

“Perempuan dan anak adalah ujung tombak masa depan bangsa. Sudah waktunya kita berdiri melindungi mereka,” pungkas Dicky.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Kapolresta Sumenep Pimpin Upacara Serentak, Pelajar Diingatkan Jauhi Judi Online dan Bullying
KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen
Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri
MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Workspace, Tempat Nyaman untuk Kerja dan Belajar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:33 WIB

SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak

Senin, 14 September 2026 - 15:55 WIB

Kapolresta Sumenep Pimpin Upacara Serentak, Pelajar Diingatkan Jauhi Judi Online dan Bullying

Kamis, 10 September 2026 - 19:45 WIB

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen

Selasa, 8 September 2026 - 22:34 WIB

Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB