Kampus UNIBA Madura Dituding Ambigu dalam Kasus LL, Korban Malah Ditekan

- Penulis

Kamis, 16 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MELINTAS: Seorang pengendara roda dua melintas di area Kampus UNIBA Madura sisi barat. (Foto: Hyt)

MELINTAS: Seorang pengendara roda dua melintas di area Kampus UNIBA Madura sisi barat. (Foto: Hyt)

SUMENEP, Warta9.co.id – Kuasa hukum korban LL, Sutrisno, menyoroti sikap ambigu UNIBA Madura dalam menangani kasus dugaan pelecehan yang melibatkan mahasiswa kampus tersebut.

Ia menegaskan bahwa LL telah bersikap kooperatif dengan datang sendiri ke Polres Sumenep, namun pihak kampus justru menunjukkan sikap sebaliknya.

“LL datang sendiri ke Polres Sumenep. Tapi saat dipanggil kampus, dia siap hadir dengan syarat didampingi kuasa hukum. Anehnya, kampus malah menolak jika LL didampingi. Ada apa ini?” ujar Sutrisno, belum lama ini.

Baca juga  Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Menurut Sutrisno, sikap kampus semakin mencurigakan ketika pihaknya mendapat upaya pelobiannya untuk berdamai dengan pelaku, YP.

“Kenapa kesannya kampus justru melindungi pelaku? Siapa sebenarnya YP ini?” tambahnya heran.

Lebih lanjut, Sutrisno mengungkapkan bahwa Satgas PPKS UNIBA Madura yang seharusnya melindungi korban justru menolak bertemu LL jika didampingi kuasa hukumnya.

Baca juga  Penyidik Polres Sumenep Diduga Ubah Pasal Nikah Siri ke Perzinaan

“Seharusnya Satgas bersinergi dengan korban untuk menguak kasus ini, bukan malah menghindar,” katanya.

Sutrisno juga mengaku pihaknya mendapat intimidasi, yang memaksa mereka meminta perlindungan ke Dinas Sosial setempat. Ironisnya, kampus justru memframing LL seolah-olah tidak mau menemui Satgas PPKS.

“Framing ini sangat jahat, apalagi ada indikasi kepentingan politik kampus dalam kasus ini, terkait pencalonan di Ormawa UNIBA Madura,” pungkas Sutrisno.

Baca juga  Polisi Ungkap Fakta PT Annuqa Trevel Umrah Bodong Rugikan Korban Rp 2,1 Miliar

Untuk diketahui, Wakil Rektor I UNIBA Madura, Budi Suswanto, memberikan penjelasan bahwa korban LL tidak menghadiri panggilan untuk memberikan keterangan.

“Kami sudah berusaha memanggil yang bersangkutan untuk tabayyun, tetapi dia tidak hadir. Bahkan, korban memilih mengutus kuasa hukumnya untuk bertemu dengan pihak kampus,” jelasnya.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Kapolresta Sumenep Pimpin Upacara Serentak, Pelajar Diingatkan Jauhi Judi Online dan Bullying
KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen
Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri
MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Workspace, Tempat Nyaman untuk Kerja dan Belajar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:33 WIB

SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak

Senin, 14 September 2026 - 15:55 WIB

Kapolresta Sumenep Pimpin Upacara Serentak, Pelajar Diingatkan Jauhi Judi Online dan Bullying

Kamis, 10 September 2026 - 19:45 WIB

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen

Selasa, 8 September 2026 - 22:34 WIB

Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB