Fakta Baru Terkuak, UNIBA Madura Diduga Lindungi Pelaku Pelecehan

- Penulis

Jumat, 17 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MELINTAS: Seorang pengendara roda dua sedang melintas di depan kampus UNIBA Madura sisi barat. (Foto: yt)

MELINTAS: Seorang pengendara roda dua sedang melintas di depan kampus UNIBA Madura sisi barat. (Foto: yt)

SUMENEP, Warta9.co.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura terus menjadi sorotan.

Kuasa hukum korban, melalui asisten pengacara Muhammad Sutrisno, mengungkapkan sejumlah fakta mengejutkan terkait perkembangan kasus ini.

Sutrisno menjelaskan bahwa korban, L, adalah mahasiswi baru yang masih polos dan baru selesai menjalani masa orientasi saat kejadian terjadi.

“Korban dan pelaku hanya memiliki hubungan sebagai senior dan junior,” ujarnya kepada media belum lama ini.

Ia mengkritik pihak kampus UNIBA Madura yang dinilai tidak netral dan cenderung melindungi terduga pelaku, YP.

Baca juga  Menengok Lomba Sketsa Guru PAUD dan TK Se-Sumenep di Pra Acara Malaka Event 2025

“Kampus seolah melindungi pelaku, sementara korban justru mendapat tekanan. Ini tidak adil,” tegas Sutrisno.

Sutrisno juga menuding pihak kampus hanya mendengarkan keterangan satu pihak dan berusaha memanggil korban tanpa pendampingan kuasa hukum.

“L menolak bertemu pihak kampus tanpa kuasa hukum karena khawatir diintimidasi,” jelasnya.

Menurut Sutrisno, kampus telah melakukan framing negatif terhadap korban dan menyebarkan isu tidak benar.

“Kami ingin kampus mengambil tindakan internal sesuai kode etik, tapi setelah kasus viral, korban justru ditekan,” ungkapnya.

Baca juga  Disdik Sumenep Serukan Sekolah Sehat, Orang Tua Diminta Dukung Larangan Jajanan Kemasan

Korban kini dalam kondisi mental tertekan, namun tetap didorong untuk melanjutkan kuliah. “Kami mendapat informasi bahwa L masuk dalam catatan hitam kampus, sehingga perkuliahannya dipersulit,” tambahnya.

Sutrisno juga mempertanyakan kedatangan rektor UNIBA Madura ke Polres Sumenep setelah korban melapor.

“Rektor hadir di Polres setelah kasus mencuat. Kami juga mendapat informasi bahwa saudara dari istri rektor adalah seorang polisi di Mapolres Sumenep,” ujarnya.

Ia menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan mendatangi pihak kampus jika diperlukan. “Kami akan memastikan keadilan dan perlindungan bagi korban,” tutupnya.

Baca juga  TK Bina Anaprasa Kusuma Bangsa Gelar Kunjungan Edukatif ke Museum Keraton Sumenep

Sementara itu, Warek I UNIBA Madura, Budi Suswanto, menyatakan pihak kampus kesulitan menggali informasi karena korban tidak hadir saat dipanggil.

“Kami sudah memanggil korban untuk tabayyun, tetapi dia tidak hadir. Kami juga meminta kuasa hukumnya menemui kampus,” jelasnya, Jumat (10/1).

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara korban dan kuasa hukumnya berharap ada keadilan dan perlindungan yang memadai.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Kapolresta Sumenep Pimpin Upacara Serentak, Pelajar Diingatkan Jauhi Judi Online dan Bullying
KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen
Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri
MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Workspace, Tempat Nyaman untuk Kerja dan Belajar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:33 WIB

SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak

Senin, 14 September 2026 - 15:55 WIB

Kapolresta Sumenep Pimpin Upacara Serentak, Pelajar Diingatkan Jauhi Judi Online dan Bullying

Kamis, 10 September 2026 - 19:45 WIB

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen

Selasa, 8 September 2026 - 22:34 WIB

Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB