Cair dalam Waktu Dekat, Dana RTLH Sumenep Capai Rp 3,1 Miliar

- Penulis

Minggu, 6 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkimhub Sumenep, Lisal Noer Anbiyah. (Foto: Dok. Warta9)

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkimhub Sumenep, Lisal Noer Anbiyah. (Foto: Dok. Warta9)

SUMENEP, WARTA9 – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meluncurkan program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dengan total anggaran sebesar Rp 3,1 miliar.

Program ini ditujukan untuk membantu 150 warga yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak memenuhi standar kelayakan dan dibagi menjadi dua kategori berdasarkan tingkat kerusakan rumah.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkimhub Sumenep, Lisal Noer Anbiyah, mengatakan rumah rusak berat akan mendapatkan bantuan Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 15 juta.

“Bantuan akan mulai disalurkan bulan ini dan diberikan dalam bentuk barang, bukan uang tunai secara langsung,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (6/4/2025).

Rinciannya, rumah rusak berat akan mendapatkan Rp 18,75 juta untuk bahan bangunan dan Rp 6,25 juta untuk biaya tukang.

Sementara itu, rumah rusak ringan akan menerima Rp 11,25 juta untuk material dan Rp 3,75 juta untuk upah pekerja.

Lisal menambahkan, rumah dengan kerusakan ringan hanya akan dilakukan perbaikan sebagian. Sebaliknya, rumah yang rusak berat akan dibangun ulang secara menyeluruh.

Menurutnya, bangunan yang tergolong rusak berat umumnya berukuran antara 5×4 hingga 5×6 meter persegi. Jenis material yang digunakan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta keinginan pemilik rumah.

“Kalau pemilik rumah ingin pakai bata putih, bata ringan, kayu, atau atap baja ringan, semuanya bisa kami sesuaikan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Comment

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma
Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG
BCA Sumenep Bungkam Soal Dugaan Saldo Nasabah Raib Usai Transaksi QRIS, Publik Pertanyakan Transparansi
Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret
Valen DA7 Hipnotis Ribuan Penonton di Madura Fest 2026, Stadion GOR A. Yani Bergemuruh
Polri Hadir untuk Petani, Polsek Gapura Kawal Program Ketahanan Pangan di Sumenep
BGN Bekukan Sementara 16 SPPG di Sumenep, Penyaluran Dana Ikut Terancam
BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Syariah Melalui Produk Tabungan Inovatif

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:15 WIB

Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:15 WIB

Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:26 WIB

Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret

Senin, 1 Juni 2026 - 20:02 WIB

Valen DA7 Hipnotis Ribuan Penonton di Madura Fest 2026, Stadion GOR A. Yani Bergemuruh

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:56 WIB

Polri Hadir untuk Petani, Polsek Gapura Kawal Program Ketahanan Pangan di Sumenep

Berita Terbaru