Layanan Lambat, Kepala UPT Dukcapil Ambunten Dikritik Warga

- Penulis

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUMENEP, warta9.co.id – Pelayanan administrasi kependudukan di UPT Dukcapil Wilayah 2 Ambunten, Sumenep, Jawa Timur, dikeluhkan masyarakat. Proses pengurusan dokumen dinilai lambat dan tidak sesuai standar operasional.

Masalah utama terjadi karena hanya Kepala UPT, Untung Hariyono, yang bisa mengakses user Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk enam kecamatan, yakni Ambunten, Pasongsongan, Rubaru, Dasuk, Manding, dan Batuputih.

Akibatnya, ASN dan Non-ASN di kecamatan tersebut kesulitan melakukan input data sendiri. Padahal sebelumnya, pengurusan dokumen kependudukan bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Warga mengeluhkan kebijakan ini karena membuat proses administrasi semakin lama. “Banyak yang terpaksa bolak-balik karena keterbatasan akses para petugas,” ucap seorang warga berinisial HT (31), Rabu (26/2/2025).

Dirinya berharap sistem ini segera diperbaiki agar pelayanan administrasi kependudukan kembali lancar. “Kami meminta Kepala UPT bekerja lebih profesional demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Kepala UPT Dukcapil Wilayah 2 Ambunten, Untung Hariyono, mengakui hanya dirinya yang bisa mengakses sistem di enam kecamatan tersebut.

“Pelayanan administrasi dari kecamatan lain bisa juga, tapi yang pegang usernya hanya saya. Saya meminta bantuan ke kecamatan yang dimaksud untuk input data,” kata Untung berdalih.

Facebook Comments Box

Comment

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma
Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG
BCA Sumenep Bungkam Soal Dugaan Saldo Nasabah Raib Usai Transaksi QRIS, Publik Pertanyakan Transparansi
Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret
Valen DA7 Hipnotis Ribuan Penonton di Madura Fest 2026, Stadion GOR A. Yani Bergemuruh
Polri Hadir untuk Petani, Polsek Gapura Kawal Program Ketahanan Pangan di Sumenep
BGN Bekukan Sementara 16 SPPG di Sumenep, Penyaluran Dana Ikut Terancam
BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Syariah Melalui Produk Tabungan Inovatif

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:15 WIB

Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:15 WIB

Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:26 WIB

Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret

Senin, 1 Juni 2026 - 20:02 WIB

Valen DA7 Hipnotis Ribuan Penonton di Madura Fest 2026, Stadion GOR A. Yani Bergemuruh

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:56 WIB

Polri Hadir untuk Petani, Polsek Gapura Kawal Program Ketahanan Pangan di Sumenep

Berita Terbaru