BMKG Juanda Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jawa Timur

- Penulis

Kamis, 3 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cuaca ekstrem

Ilustrasi cuaca ekstrem

SIDOARJO, WARTA9 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda wilayah Jawa Timur pada periode 3 hingga 12 April 2025.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hujan es, dan puting beliung yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, dan pohon tumbang.

Wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak meliputi hampir seluruh kabupaten dan kota besar di Jawa Timur, antara lain:

Kabupaten Jombang, Lamongan, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Jember, Kediri, Malang, Lumajang, Magetan, Pacitan, Probolinggo, Sidoarjo, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, Bondowoso, Situbondo, dan Sumenep serta Kota Mojokerto, Kediri, Malang, Probolinggo, Batu, Madiun, Pasuruan, dan Ponorogo.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, mengatakan kondisi dinamika atmosfer saat ini menunjukkan adanya pola konvergensi dan gangguan gelombang atmosfer (Equatorial Rossby dan Kelvin) yang memicu peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan intens.

“Suhu muka laut yang hangat dan kelembapan udara yang tinggi mendukung pembentukan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem,” kata Herman dalam siaran pers yang diterima media ini pada Kamis, (3/4/2025).

Imbauan untuk Masyarakat dan Pemudik

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak memaksakan perjalanan saat cuaca ekstrem terjadi, terutama bagi para pemudik.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Warga juga disarankan untuk rutin memantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG,” imbuhnya.

BMKG menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan informasi yang akurat adalah kunci utama dalam mengantisipasi dampak bencana akibat cuaca ekstrem.

Facebook Comments Box

Comment

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma
LSM Bidik Desak Kejagung Periksa Anggota DPR Slamet Ariyadi Terkait Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG
Nama Slamet Ariyadi Dikaitkan Isu Jual Beli Titik SPPG, Forkot Desak Aparat Lakukan Penyelidikan
BCA Sumenep Bungkam Soal Dugaan Saldo Nasabah Raib Usai Transaksi QRIS, Publik Pertanyakan Transparansi
Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret
Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya Jadi Tersangka Korupsi MBG, Total Harta Capai Puluhan Miliar Rupiah
Audit Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Pergantian Pimpinan BGN Disebut Bagian Evaluasi Menyeluruh

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:15 WIB

Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:20 WIB

LSM Bidik Desak Kejagung Periksa Anggota DPR Slamet Ariyadi Terkait Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:15 WIB

Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:25 WIB

Nama Slamet Ariyadi Dikaitkan Isu Jual Beli Titik SPPG, Forkot Desak Aparat Lakukan Penyelidikan

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:26 WIB

Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret

Berita Terbaru