PMII UPI Sumenep Desak Evaluasi Pusat Informasi KKKS yang Dinilai Tak Berdampak bagi Publik

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PERTEMUAN. Perwakilan PMII Universitas PGRI Sumenep menggelar audiensi dengan Komisi II DPRD Sumenep untuk menyampaikan aspirasi terkait evaluasi Pusat Informasi KKKS, Senin (15/12/2025). (Istimewa/Warta9.co.id)

PERTEMUAN. Perwakilan PMII Universitas PGRI Sumenep menggelar audiensi dengan Komisi II DPRD Sumenep untuk menyampaikan aspirasi terkait evaluasi Pusat Informasi KKKS, Senin (15/12/2025). (Istimewa/Warta9.co.id)

SUMENEP, Warta9.co.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI Sumenep menggelar audiensi dengan DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (15/12/2025).

Pertemuan yang berlangsung di ruang Komisi II itu difokuskan pada kritik terhadap keberadaan Pusat Informasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang dinilai tidak memberi manfaat nyata bagi publik.

Sekitar 15 mahasiswa hadir dalam audiensi bertema kritik keras terhadap kinerja pusat informasi tersebut. Mereka diterima oleh empat anggota Komisi II DPRD Sumenep.

Mahasiswa menilai lembaga yang semestinya menjadi rujukan informasi aktivitas hulu migas itu justru tidak menjalankan perannya secara optimal.

Koordinator lapangan PMII, Moh. Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali mendatangi pemerintah daerah hingga pengelola Pusat Informasi KKKS.

Baca juga  Tekan Angka Stunting, Dinkes P2KB Sumenep Siapkan Generasi Hebat

Namun, upaya tersebut belum membuahkan kejelasan terkait fungsi, arah kerja, maupun pengawasan lembaga tersebut.

“Kami mempertanyakan apakah DPRD benar-benar menjalankan fungsi kontrolnya atau justru membiarkan pusat informasi ini berjalan tanpa tujuan yang jelas,” kata Hidayat, Senin (15/12) siang.

Menurutnya, pengelolaan Pusat Informasi KKKS yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah dan dikelola oleh BUMD PT Wira Usaha Sumekar (WUS) tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Karena itu, DPRD didesak melakukan evaluasi menyeluruh dan pengawasan yang lebih serius. Ketua Komisariat PMII UPI Sumenep, Diky Alamsyah, menambahkan bahwa pusat informasi tersebut telah berdiri sejak 2021.

Namun, hingga hampir empat tahun berjalan, keberadaannya belum memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam penyampaian informasi aktivitas migas.

Baca juga  Bappeda Sumenep Verifikasi 208 Pokir DPRD untuk Program Pembangunan 2027

Ia menilai kegagalan itu berpotensi memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama warga Kepulauan Kangean yang terdampak langsung kegiatan hulu migas.

“Ketika informasi minim dan tidak transparan, risiko munculnya misinformasi dan konflik sosial semakin besar,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi mahasiswa, anggota Komisi II DPRD Sumenep Agus Harianto mengakui keprihatinannya atas kondisi daerah yang kaya sumber daya alam, namun manfaatnya belum dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Sumenep seperti hanya menjadi ladang eksploitasi. Sumber daya diambil, tapi kesejahteraan rakyat belum terwujud,” kata Agus.

Ia memastikan Komisi II akan segera memanggil Kepala Bagian Perekonomian Setda Sumenep dan Direktur PT WUS untuk mengevaluasi kinerja Pusat Informasi KKKS.

Baca juga  Polsek Masalembu Tangkap Dua Terduga Pelaku Percobaan Curanmor

Sikap serupa disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Sumenep, Abd. Rahman. Ia menyatakan DPRD siap mengawal tuntutan PMII dengan mengirimkan surat resmi kepada pemerintah daerah, PT WUS, serta SKK Migas agar duduk bersama membahas persoalan tersebut secara terbuka.

“Kami siap berdiri satu barisan dengan PMII. Evaluasi pusat informasi KKKS harus dilakukan secara transparan dan tuntas,” ujarnya.

Mahasiswa PMII mengajukan sejumlah tuntutan, mulai dari pengawasan ketat terhadap BUMD pengelola KKKS, audit menyeluruh kinerja pusat informasi, evaluasi total oleh bupati, hingga komitmen DPRD untuk mengawal persoalan ini secara berkelanjutan.

Mereka juga menyatakan siap melakukan aksi lanjutan dengan skala lebih besar jika tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti.***

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB