Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

- Penulis

Kamis, 22 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

SUMENEP (WARTA9) — Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berjanji memberikan santunan kepada keluarga Moh. Firman Ramadhani alias Dani, santri berusia 22 tahun yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Fauzi mengatakan, hingga Kamis (22/10/2026), pemerintah daerah belum menerima pengaduan resmi dari keluarga almarhum. Kondisi itu membuat bantuan belum disalurkan.

“Dari kemarin itu belum ada pengaduan ke pemerintah daerah, makanya untuk almarhum Dani belum ada bantuan. Tapi nanti kita akan berikan santunan, mungkin besok,” kata Fauzi seusai menjadi pembina apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kamis pagi.

Baca juga  Menbud Fadli Zon: Tugu Keris Arya Wiraraja, Ikon Baru Pariwisata dan Ekonomi Sumenep

Ia memastikan akan mengecek kembali apakah keluarga Dani sudah menerima bantuan atau belum. Jika belum, pemerintah daerah akan menyalurkan santunan tersebut.

“Ya nanti kita akan cek, kalau memang almarhum ini belum mendapatkan bantuan, kita akan bantu,” ujarnya.

Kematian Dani sebelumnya menjadi perhatian publik setelah pihak keluarga mempertanyakan penanganan medis yang diterima almarhum selama dirawat di RS BHC. Dani meninggal dunia pada Selasa (13/10/2026).

Selain menjanjikan santunan, Fauzi mengaku ingin mengetahui perkembangan komunikasi antara keluarga almarhum dan pihak rumah sakit, termasuk apakah keduanya telah mencapai kesepakatan damai.

“Nanti kita akan tanya juga kepada pihak keluarga, apakah sudah berdamai dengan pihak RS atau belum. Itu kan kita harus tahu juga, soalnya kan belum ada surat ke pemerintah daerah, misal pihak keluarga keberatan,” tuturnya.

Baca juga  Cara Bupati Fauzi Bawa Sumenep Raih Opini WTP Kedelapan dari BPK RI

Menurut Fauzi, dalam sejumlah kasus sebelumnya, keluarga yang merasa keberatan biasanya menyampaikan pengaduan secara tertulis kepada pemerintah daerah. Namun, ia mengakui belum mengetahui secara pasti kondisi terkini hubungan keluarga Dani dengan pihak rumah sakit.

Karena itu, dugaan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai masih perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak keluarga maupun rumah sakit. Belum adanya pengaduan resmi ke pemerintah daerah tidak serta-merta menunjukkan bahwa persoalan telah selesai.

Fauzi juga menyebut pihak rumah sakit kemungkinan akan menyampaikan pernyataan apabila persoalan dengan keluarga almarhum telah mencapai penyelesaian.

Baca juga  SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak

“Selama pihak rumah sakit sudah melakukan perdamaian dengan pihak keluarga almarhum, pasti akan nanti ada statement dari pihak rumah sakit, tinggal ditunggu saja,” katanya.

Janji santunan tersebut disampaikan di tengah momentum Hari Santri Nasional 2026. Bagi keluarga almarhum, bantuan sosial dari pemerintah daerah diharapkan menjadi bentuk kepedulian atas musibah yang mereka alami.

Namun, persoalan mengenai penanganan medis yang dipertanyakan keluarga tetap membutuhkan penjelasan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kepastian mengenai peristiwa yang menyebabkan Dani meninggal dunia menjadi hal penting agar pertanyaan keluarga tidak berhenti tanpa kejelasan.(*)

Penulis : Ratih

Editor : ZuhalieZ

Sumber Berita: Warta9.co.id

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB