Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

- Penulis

Rabu, 28 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AGEN BRILINK. Fauzi, pengelola Agen BRILink Toko Fauzi Angkatan di Pulau Kangean, Sumenep, berpose di depan tempat usahanya yang melayani berbagai kebutuhan transaksi keuangan masyarakat. (Istimewa/Redaksi/Sumenep)

AGEN BRILINK. Fauzi, pengelola Agen BRILink Toko Fauzi Angkatan di Pulau Kangean, Sumenep, berpose di depan tempat usahanya yang melayani berbagai kebutuhan transaksi keuangan masyarakat. (Istimewa/Redaksi/Sumenep)

SUMENEP (WARTA9) – Pulang ke kampung halaman tidak selalu berarti kembali ke titik awal. Bagi Fauzi, warga Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kepulangan dari Malaysia justru membuka jalan untuk membangun usaha sekaligus membantu kebutuhan keuangan masyarakat di sekitarnya.

Setelah dua tahun merantau di Malaysia, sejak 2018 hingga 2020, Fauzi memilih mengembangkan usaha di tanah kelahirannya. Ia menangkap peluang dari kebutuhan warga terhadap layanan perbankan yang mudah dijangkau.

Jarak Pulau Kangean dari daratan utama Sumenep membuat urusan transaksi di kantor bank bukan perkara sederhana bagi sebagian masyarakat.

Dari pengamatan itu, Fauzi memutuskan bergabung sebagai Agen BRILink pada 2020. Ia melihat banyak warga menggunakan layanan BRI, sementara kebutuhan transaksi sehari-hari terus berjalan.

“Saya melihat hampir 100% penduduk di sini adalah nasabah BRI yang membutuhkan layanan cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk layanan perbankan. Saya pun memberanikan diri menjadi BRILink Agen pada tahun 2020,” ungkap Fauzi kepada Warta9, Rabu (28/10).

Kini, usaha yang dirintisnya menjadi salah satu tempat warga Desa Angkatan mengurus kebutuhan transaksi keuangan.

Baca juga  Developer Desak BSN Evaluasi Pimpinan Cabang, Singgung Dugaan Kebohongan ke Publik

Rata-rata, Fauzi melayani 50 hingga 60 transaksi setiap hari, mulai dari penarikan uang tunai, transfer antar rekening BRI, transfer ke bank lain, hingga pembayaran tagihan.

Layanan tersebut beroperasi setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB. Warga yang membutuhkan uang tunai atau hendak mengirim dana kepada keluarga tidak harus selalu pergi ke kantor bank untuk menyelesaikan urusannya.

Manfaatnya dirasakan beragam kalangan, termasuk pedagang, pelaku usaha mikro, pegawai, pelajar, hingga warga lanjut usia.

Bagi masyarakat kepulauan, keberadaan layanan transaksi yang dekat dengan tempat tinggal dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan.

Di balik aktivitas usaha tersebut, Fauzi juga menyimpan pengalaman yang memperlihatkan pentingnya kepercayaan dalam transaksi keuangan. Ia pernah keliru memberikan uang lebih sebesar Rp10 juta kepada seorang nasabah.

Kesalahan itu berpotensi menimbulkan kerugian besar. Namun, nasabah yang bersangkutan memilih kembali dan menyerahkan uang berlebih tersebut kepada Fauzi.

“Alhamdulillah nasabahnya jujur mau mengembalikan langsung ke saya, padahal saya tidak tahu uang saya terbayar lebih,” kenangnya.

Bagi Fauzi, kejadian itu menjadi pengalaman yang membekas. Kejujuran nasabah sekaligus menguatkan hubungan kepercayaan yang selama ini dibangun dalam menjalankan usaha.

Baca juga  Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Usaha BRILink juga memberikan perubahan bagi kehidupan keluarganya. Pendapatan yang diperoleh dari transaksi nasabah kini membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan mempersiapkan masa depan keluarga tanpa harus kembali mencari pekerjaan di luar negeri.

Dalam menjalankan usahanya, Fauzi mengaku memperoleh dukungan dari BRI melalui program branding tempat usaha dan pendampingan. Ia juga merasakan kemudahan pelayanan ketika perlu bertransaksi langsung di kantor cabang.

Meski demikian, Fauzi masih berharap layanan yang tersedia dapat terus dikembangkan. Salah satu yang diinginkannya adalah kemudahan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) wilayah Jawa Timur dari Pulau Kangean.

Harapan itu berkaitan dengan kebutuhan warga yang ingin menyelesaikan kewajiban administrasi tanpa harus menghadapi kendala geografis. Bagi masyarakat kepulauan, tambahan fitur transaksi dapat memperluas manfaat layanan keuangan yang sudah tersedia.

Sementara itu, Branch Manager BRI Branch Office Sumenep, Ali Topan, menyatakan bahwa Agen BRILink merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas akses layanan perbankan hingga ke wilayah yang jauh dari pusat kota.

Baca juga  Bappeda Sumenep dan Bappenas Bahas Pengembangan Ekonomi Biru di Pulau Kangean

Menurut dia, pendekatan melalui agen memungkinkan masyarakat memperoleh layanan keuangan secara lebih dekat, baik di kawasan perkotaan, pedesaan, maupun kepulauan.

“Saat ini di Sumenep sendiri terdapat 895 BRILink Agen aktif yang tersebar di berbagai lokasi. Ini merupakan komitmen nyata BRI Sumenep dalam menghadirkan solusi keuangan yang efisien, terjangkau dan mudah diakses bagi semua masyarakat wilayah Sumenep” ungkapnya.

Melalui kemitraan tersebut, BRI berupaya melibatkan masyarakat dalam perluasan layanan keuangan digital. Keberadaan agen bukan hanya mempermudah transaksi, melainkan juga membuka peluang usaha bagi warga yang menjalankannya.

Donny menegaskan melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan di mana masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa.

Perjalanan Fauzi memperlihatkan bagaimana kebutuhan yang muncul akibat keterbatasan akses dapat menjadi peluang usaha.

Dari pengalaman merantau, ia kembali ke Kangean dan membangun layanan yang dibutuhkan masyarakat, sekaligus menjadikan kampung halaman sebagai tempat untuk mengembangkan ekonomi keluarga. (*)

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB