SUMENEP, WARTA9 – Di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Kabupaten Sumenep kembali mencetak prestasi dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk tahun anggaran 2024.
Ini adalah kali kedelapan secara berturut-turut Sumenep meraih predikat tertinggi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Keberhasilan ini bukan datang begitu saja. Bupati Fauzi punya resep tersendiri dalam membangun tata kelola keuangan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Kerja Kolektif dan Budaya Patuh
Menurut Bupati, kunci utamanya adalah kerja kolektif seluruh perangkat daerah. Ia menanamkan budaya disiplin, tertib administrasi, dan kepatuhan terhadap aturan dalam setiap lini pemerintahan.
“Capaian ini hasil kerja bersama. Semua bergerak dengan komitmen yang sama, dan itu yang membuat tata kelola keuangan kita semakin baik,” ujar Fauzi saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK RI di Sidoarjo, Kamis (17/04/2025).
Libatkan Masyarakat dalam Pengawasan
Fauzi juga membuka ruang bagi partisipasi publik. Ia percaya bahwa pengawasan tidak hanya datang dari lembaga resmi, tapi juga dari masyarakat. Transparansi anggaran dan program pembangunan dijaga agar bisa diakses dan diawasi oleh publik.
“Peran aktif masyarakat jadi salah satu penguat. Ini bukan hanya kerja pemerintah, tapi kerja kita bersama,” katanya.
Dorong Semangat ASN dan Non-ASN
Bupati juga terus memotivasi ASN dan pegawai non-ASN agar bekerja lebih teliti dan bertanggung jawab. Baginya, opini WTP bukan sekadar simbol, tapi pengingat bahwa kualitas kerja harus terus ditingkatkan.
“Penghargaan ini harus jadi semangat baru. Kita harus terus belajar, memperbaiki diri, dan menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.
Tindak Lanjut Temuan BPK Secara Serius
Setiap rekomendasi dari BPK tidak dianggap formalitas. Bupati memastikan bahwa temuan yang muncul segera ditindaklanjuti. Ia meminta pimpinan OPD dan seluruh jajarannya menjadikan evaluasi BPK sebagai bahan pembenahan nyata.
“Kami tidak akan diam jika ada catatan. Itu jadi tanggung jawab bersama untuk segera diperbaiki,” pungkasnya.








Comment