Kapolda Jatim Sebut Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis Hanya Ulah Oknum

- Penulis

Selasa, 8 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Hayat/Warta9).

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Hayat/Warta9).

SUMENEP, WARTA9 – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, akhirnya angkat bicara soal dugaan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap jurnalis.

Menurutnya, kejadian tersebut tidak mencerminkan sikap institusi, melainkan tindakan dari oknum yang menyimpang.

“Oh gitu, jadi begini, mungkin itu hanya perilaku oknum dan hanya kecil sekali,” ujar Irjen Nanang saat dimintai tanggapan oleh awak media.

Ia menegaskan bahwa kasus semacam ini tidak bisa digeneralisasi. “Jangan terus diperlebar prosentasenya kan sangat kecil sekali,” dalihnya.

Pernyataan itu memancing reaksi publik. Di tengah sorotan tajam terhadap kebebasan pers, pernyataan ini seolah ingin mengecilkan persoalan serius yang tengah disorot banyak pihak.

Baca juga  UPT Pasar Anom Sumenep Tegaskan Kebersihan Jadi Prioritas Utama

Namun Nanang memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan. “Oknum itu tentu sudah akan dilakukan tindakan di internal kami,” ujarnya.

Ia juga menegaskan prinsip kesetaraan di hadapan hukum. “Kan semuanya mempunyai kedudukan yang sama di mata hukum,” ucapnya.

Meski disampaikan dengan nada ringan, pernyataan Kapolda menjadi sinyal bahwa institusi kepolisian tidak menutup mata.

Namun, publik dan komunitas pers menanti langkah nyata, bukan sekadar klarifikasi.

Dalam era keterbukaan informasi, kekerasan terhadap jurnalis adalah ancaman terhadap demokrasi.

“Bila memang hanya oknum, maka langkah tegas dan transparan adalah satu-satunya jawaban,” ucap jurnalis media online Madura Post, Miftahol Mahendra Efendi.

Baca juga  Ketua DPRD Sumenep Pimpin Rapat Paripurna, Dorong Aspirasi Masyarakat Terakomodir

Tidak cukup hanya menganggapnya kecil, karena satu pelanggaran pun bisa melukai kepercayaan publik. “Kami menunggu keseriusan polisi menindak tegas pelaku kekerasan terhadap jurnalis,” tegasnya.

Untuk diketahui, dalam kurun waktu Maret – April 2025, ada tiga kasus kekerasan terhadap jurnalis. Dua diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

1. Jurnalis dari Newsway.co.id, Juwita, berusia 23 tahun, ditemukan meninggal di kawasan Jalan Gunung Kupang, Banjarbaru, pada hari Sabtu, 22 Maret 2025.

Pembunuhan jurnalis itu diduga dibunuh oleh pacarnya yang merupakan anggota TNI AL Kelasi I, Jumran alias J.

Baca juga  Mulyadi Ajak Generasi Muda Berpikir Terbuka dan Perluas Relasi

2. Situr Wijaya, 33 tahun yang berprofesi sebagai wartawan media online ditemukan tewas di sebuah kamar hotel yang berada di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat malam, 4 April 2025.

Keluarga yang curiga dengan kematian korban yang tidak wajar memutuskan untuk melaporkan kematian wartawan itu ke Polda Metro Jaya pada Sabtu siang, 5 April 2025.

3. Seorang ajudan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ditengarai melakukan kekerasan terhadap jurnalis foto Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Makna Zaezar.

Insiden itu terjadi ketika Makna sedang meliput kunjungan Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu, 5 April 2025.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak
Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi
Siswi SMA di Pamekasan Melahirkan Bayi, Ayah Kandung Jadi Terduga
Polisi Gerebek Toko di Pasongsongan, Pria Diduga Pakai Sabu Diamankan
Senggolan Mobil Berujung Penganiayaan di Pasongsongan Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB