SUMENEP, Warta9.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar beragam event tahunan di tempat wisata. Yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan, mempromosikan tempat wisata, hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep Sami’udin merespon hal tersebut bahwa peningkatan PAD melalui event di sejumlah tempat wisata mampu tercapai, namun tidak mungkin didapatkan secara maksimal.
“Ini kan sifatnya musiman jadi, saya rasa bisa tapi tidak maksimal, saya pinginnya, tempat wisata itu tidak musiman. Kapanpun masyarakat datang, tetap ada kegiatan yang menyenangkan dan menghibur,” terangnya, Jumat (19/04).
Adanya event di tempat wisata lanjut dia, memang mampu memberikan dampak pada peningkatan ekonomi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Akan tetapi hanya berlaku beberapa hari saat kegiatan berlangsung. Setelah itu, semuanya akan kembali seperti sebelumnya.
“Seperti di Kecamatan Saronggi dan Bluto, itu ada karapan sapi, banyak orang jualan di sana. Tapi itu tidak berlanjut, coba lihat sekarang, tidak ada apa-apa,” katanya.
Pria yang akrab disapa ki Sami’ ini menyatakan, lebih tertarik pada destinasi wisata yang dikelola oleh pihak desa, konsepnya lebih menarik dan unik.
“Lebih menarik wisata yang dikelola oleh desa dimana biayanya tidak dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Contohnya misal bukit tawaf dan beberapa lainnya, di sana kan tidak musiman, tetap ramai setiap hari,” Pungkasnya.(*)








Comment