Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas OPD, Fokus pada Dampak Program bagi Warga

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, memaparkan strategi penguatan akuntabilitas kinerja OPD dalam mendukung pembangunan daerah yang efektif dan transparan.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, memaparkan strategi penguatan akuntabilitas kinerja OPD dalam mendukung pembangunan daerah yang efektif dan transparan.

SUMENEP, (WARTA9) — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) semakin mengintensifkan upaya penguatan akuntabilitas kinerja di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini ditempuh untuk memastikan setiap program pembangunan tidak hanya terealisasi sesuai perencanaan, tetapi juga memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pada tahun 2026, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan menjadi salah satu agenda penting pemerintah daerah. Selain menitikberatkan pada pencapaian target pembangunan, Pemkab Sumenep juga menegaskan pentingnya tertib administrasi dan pertanggungjawaban dalam pelaksanaan seluruh kegiatan pemerintahan.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan bahwa penguatan akuntabilitas menjadi strategi penting dalam membangun birokrasi yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas birokrasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah,” kata Arif, Kamis (18/6).

Menurut dia, Bappeda terus melakukan pemantauan terhadap keterpaduan antara dokumen perencanaan dengan realisasi program yang dijalankan oleh masing-masing OPD. Pengawasan tersebut dilakukan secara rutin guna memastikan seluruh sasaran pembangunan berjalan sesuai indikator yang telah ditetapkan.

“Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan target pembangunan tercapai sesuai indikator kinerja yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” ujarnya.

Arif menilai, keberhasilan pembangunan daerah harus dilihat dari kesesuaian antara rencana yang disusun dan pelaksanaan di lapangan. Karena itu, ukuran keberhasilan tidak cukup hanya berdasarkan besarnya anggaran yang terserap.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga capaian program dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Bappeda mendorong seluruh perangkat daerah untuk memperkuat sistem pelaporan yang lebih akurat, terpadu, dan disampaikan tepat waktu. Menurutnya, sistem pelaporan yang baik akan memudahkan pemerintah dalam mendeteksi hambatan yang muncul selama pelaksanaan program.

Dengan informasi yang tersaji secara cepat dan tepat, pemerintah daerah dapat segera melakukan langkah perbaikan agar target pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai harapan.

“Dengan mekanisme ini, pelayanan publik dan target pembangunan diharapkan tetap berjalan optimal tanpa terganggu berbagai hambatan di lapangan,” harap Arif.

Ia menambahkan, akuntabilitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan profesional. Oleh karena itu, setiap OPD dituntut menjalankan program secara terbuka, terukur, serta mampu mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada publik.

“Kinerja yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tandasnya.

Melalui penguatan sistem akuntabilitas tersebut, Pemkab Sumenep berharap kualitas pembangunan daerah terus meningkat serta mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.(*)

Facebook Comments Box

Penulis : Ratih

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Dapur MBG Sumenep Antre Sertifikasi, 21 Sudah Resmi Berlabel Halal
MYZE Hotel Sumenep Dukung Khitan Massal Muhammadiyah, Puluhan Anak Ikuti Kegiatan Sosial
Bappeda Sumenep Dorong OPD Fokus pada Hasil, Bukan Sekadar Serapan Anggaran
RSUDMA Sumenep Percepat Transformasi Layanan, Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Modern di Madura Timur
Perkuat Akurasi Data, RSUDMA Sumenep Tingkatkan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien
Festival Paseser 2026 Siap Digelar di Pasongsongan, Hadirkan 757 Penari Tongtong dan Bazar UMKM Pesisir
Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma
Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:12 WIB

Puluhan Dapur MBG Sumenep Antre Sertifikasi, 21 Sudah Resmi Berlabel Halal

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:53 WIB

MYZE Hotel Sumenep Dukung Khitan Massal Muhammadiyah, Puluhan Anak Ikuti Kegiatan Sosial

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:18 WIB

Bappeda Sumenep Dorong OPD Fokus pada Hasil, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:00 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas OPD, Fokus pada Dampak Program bagi Warga

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:15 WIB

Perkuat Akurasi Data, RSUDMA Sumenep Tingkatkan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien

Berita Terbaru