SUMENEP (WARTA9) — Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep sebagai momentum memperkuat identitas budaya sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Zainal saat membacakan pidato dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Sumenep di Graha Paripurna DPRD, Jumat (31/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Wakil Bupati KH Imam Hasyim, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan OPD, camat, tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta insan pers.
Dalam pidatonya, Zainal menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang sejarah panjang Sumenep sekaligus mengambil pelajaran dari perjuangan para pendahulu dalam membangun daerah.
Ia menyebut Sumenep memiliki warisan sejarah, tradisi, dan nilai keagamaan yang kuat. Kekayaan tersebut perlu dijaga agar tetap menjadi pedoman masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman.
Pada peringatan tahun ini, DPRD Sumenep mengangkat tema “Merawat Sumenep: Menyemai Tradisi, Meneguhkan Kemajuan”, yang dalam bahasa Madura disebut “Aromat Songennep: Namen Adat Pratengka, Majekjek Kamajuwan.”
Menurut Zainal, tema itu mengandung pesan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya mendorong kemajuan. Tradisi bukan penghalang inovasi, melainkan pijakan untuk membangun masa depan daerah tanpa kehilangan jati diri.
“Menjaga barisan budaya bukan berarti menolak kemajuan. Sebaliknya, dengan akar tradisi yang kuat, kita harus mampu menumbuhkan inovasi kemajuan yang lebih kuat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tantangan globalisasi dan transformasi digital yang menuntut masyarakat untuk beradaptasi. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat potensi lokal, bukan justru mengikis nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Zainal menegaskan, DPRD memiliki tanggung jawab dalam mengawal pembangunan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Karena itu, lembaga legislatif berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah daerah guna mendorong kebijakan yang adil, inklusif, serta berkelanjutan.
Ia memastikan penggunaan anggaran daerah harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab, dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat.
“DPRD akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong kebijakan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Kami akan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan dengan transparan dan bertanggung jawab sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, peringatan hari jadi dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi capaian pembangunan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, konektivitas infrastruktur daratan dan kepulauan, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan. Menurutnya, kesenjangan pelayanan dan infrastruktur antara daratan dan kepulauan perlu mendapat perhatian serius.
“Kita harus mempercepat pembangunan di kepulauan untuk menghilangkan kesenjangan antara kepulauan dan daratan,” katanya.
Zainal menilai Sumenep mempunyai potensi besar untuk berkembang melalui sektor pertanian, perikanan, kelautan, energi terbarukan, dan pariwisata. Potensi tersebut perlu didukung pemanfaatan teknologi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, kekayaan budaya seperti tradisi keraton, batik tulis, keris, musik saronen, topeng dalang, dan rokat tase’ disebut sebagai aset penting yang dapat memperkuat daya tarik daerah.
Ia menekankan bahwa budaya tidak sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pembangunan, termasuk untuk memperkuat identitas Sumenep sebagai daerah tujuan wisata budaya dan religi.
Karena itu, DPRD menyatakan dukungannya terhadap kalender kegiatan budaya dan pariwisata yang mampu mengangkat martabat Sumenep sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Menutup pidatonya, Zainal mengajak masyarakat menjaga persatuan, meningkatkan keterlibatan dalam pembangunan, serta memperkuat pendidikan karakter generasi muda agar memiliki kecintaan terhadap daerahnya.
“Selamat Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke-757. Merte Songennep, Molong Adat Pratengka Se Kappra, Kantos Ngadek Sodek Parjuga,” tandasnya.(*)
Penulis : Ratih
Editor : ZuhalieZ
Sumber Berita: Warta9.co.id















Komentar