Gemuruh Misterius dari Dalam Tanah Gegerkan Warga Sampang, BPBD Lakukan Penyelidikan

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BPBD Kabupaten Sampang bersama unsur terkait melakukan survei di area persawahan Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, menyusul laporan munculnya suara gemuruh dari dalam tanah. Pemerintah masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab fenomena tersebut. (Foto: BPBD Sampang)

Petugas BPBD Kabupaten Sampang bersama unsur terkait melakukan survei di area persawahan Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, menyusul laporan munculnya suara gemuruh dari dalam tanah. Pemerintah masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab fenomena tersebut. (Foto: BPBD Sampang)

SAMPANG, (WARTA9) — Fenomena suara gemuruh yang terdengar dari bawah permukaan tanah di area persawahan Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menyita perhatian masyarakat setelah rekaman videonya ramai beredar di media sosial.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal sekaligus mengumpulkan informasi dari warga.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, menjelaskan bahwa suara tersebut berasal dari lahan sawah percaton yang saat itu sedang dikerjakan oleh dua petani, yakni Sadiri (50) dan Agusyanto (30), warga Dusun Pelampean, Desa Gunung Eleh.

“Tanah itu dilaporkan mengeluarkan suara gemuruh dari dalam tanah,” ujar Hozin, Senin (3/8/2026).

Berdasarkan penelusuran di lapangan, kata Hozin, kemunculan bunyi tersebut bukanlah peristiwa baru. Warga setempat mengaku telah beberapa kali mendengar suara serupa sejak beberapa tahun terakhir. Namun, intensitasnya tidak menentu karena terkadang menghilang dalam waktu tertentu sebelum kembali terdengar.

Baca juga  Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Sumenep, Polisi Selidiki Penyebabnya

Selain suara gemuruh, warga juga melihat adanya gelembung udara yang muncul ketika sawah dalam kondisi tergenang air. Gelembung itu muncul sesaat, kemudian menghilang dengan sendirinya.

“Ya, tiba-tiba saja muncul bunyi gelembung, dan bukan bekas galian bor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Sampang serta instansi yang membidangi energi dan sumber daya mineral (ESDM) guna melakukan kajian teknis lebih mendalam.

Baca juga  Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah fenomena itu berkaitan dengan potensi kandungan gas yang berada di bawah permukaan tanah. Di sisi lain, BPBD juga akan menggandeng Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari proses investigasi.

Baca juga  Pencarian Berakhir, Warga Giligenting yang Hilang di Laut Ditemukan Meninggal

Sembari menunggu hasil kajian, BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tidak menyalakan api atau benda apa pun yang dapat memicu percikan di sekitar lokasi.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak menyalakan korek api di daerah sekitar,” tegas Fajar.

Hingga saat ini belum ditemukan adanya korban maupun kerusakan yang ditimbulkan akibat fenomena tersebut. Pemerintah daerah masih menunggu hasil penelitian untuk memastikan penyebab pasti munculnya suara gemuruh dari dalam tanah di kawasan persawahan itu.(*)

Penulis : Ratih

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Warta9.co.id

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB