Pemkab Sumenep Tetapkan Biaya Produksi Tembakau 2026, Acuan Harga bagi Petani

- Penulis

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang petani menyiram tanaman tembakau di lahan pertanian di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pemkab Sumenep menetapkan Biaya Pokok Produksi (BPP) tembakau musim tanam 2026 sebagai acuan harga agar hasil panen petani dibeli di atas biaya produksi.

Seorang petani menyiram tanaman tembakau di lahan pertanian di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pemkab Sumenep menetapkan Biaya Pokok Produksi (BPP) tembakau musim tanam 2026 sebagai acuan harga agar hasil panen petani dibeli di atas biaya produksi.

SUMENEP, (WARTA9) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menetapkan Biaya Pokok Produksi (BPP) tembakau untuk musim tanam 2026 sebagai upaya melindungi kepentingan petani sekaligus menjadi rujukan dalam penentuan harga jual oleh pelaku usaha.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, penetapan BPP dilakukan setelah tim pemerintah melakukan perhitungan menyeluruh terhadap seluruh komponen biaya yang dikeluarkan petani sejak proses pembibitan hingga masa panen.

“Ini juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para petani tembakau. Dengan penetapan BPP tersebut diharapkan bisa menjadi acuan bagi pengusaha agar bisa membeli tembakau petani di atas BPP,” kata Fauzi di Sumenep

Menurutnya, angka BPP yang ditetapkan bukan sekadar estimasi, melainkan hasil kajian lapangan yang mempertimbangkan seluruh biaya produksi selama satu musim tanam.

“Berdasarkan keputusan tim, biaya pokok produksi tembakau pada musim tanam kali ini sebesar Rp69.489 per kilogram,” ujarnya.

Nilai tersebut berlaku untuk tembakau jenis gunung atau perbukitan. Sementara BPP tembakau tegal ditetapkan sebesar Rp64.765 per kilogram, sedangkan tembakau sawah sebesar Rp48.533 per kilogram.

Baca juga  Bupati Sumenep Bidik 1.000 Penari Topeng Pelajar Tampil di Penutupan Kalender Event 2025

Fauzi berharap angka tersebut dapat menjadi standar minimal dalam transaksi antara petani dan perusahaan pembeli, sehingga harga yang diterima petani mampu menutup biaya produksi bahkan memberikan keuntungan yang layak.

Ia juga mengungkapkan, sejak 2021 Pemkab Sumenep terus mendorong penguatan industri rokok lokal. Kebijakan itu dinilai mampu menciptakan persaingan yang lebih sehat di tingkat pembeli sehingga posisi tawar petani tembakau semakin meningkat.

Baca juga  Disdik Sumenep Dukung Inisiasi Bupati Fauzi Susun Buku Keris untuk Siswa SD

Pada musim tanam 2026, luas lahan tembakau di Kabupaten Sumenep diperkirakan mencapai sekitar 12 ribu hektare. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan musim tanam tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 14 ribu hektare.

Baca juga  Akhmad Suhalis Terpilih Pimpin Forum Komunikasi BUMDes se-Kecamatan Pasongsongan

Selain menetapkan BPP, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai program pendampingan bagi petani, mulai dari penyuluhan teknik budidaya untuk meningkatkan kualitas hasil panen hingga penyaluran pupuk nonsubsidi yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.(*)

Penulis : Ratih

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Warta9.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen
Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri
HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Membership Jokotole Gym, Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat
MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
“Suki in The Garden” MYZE Hotel Sumenep, Sensasi Kuliner Malam dengan Live Music
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:45 WIB

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen

Selasa, 8 September 2026 - 22:34 WIB

Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai

Rabu, 2 September 2026 - 14:37 WIB

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Membership Jokotole Gym, Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak

Berita Terbaru