RSUDMA Sumenep Percepat Transformasi Layanan, Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Modern di Madura Timur

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati. Di bawah kepemimpinannya, RSUDMA terus berbenah menuju rumah sakit rujukan modern di kawasan timur Madura. (Foto: Dok. RSUDMA)

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati. Di bawah kepemimpinannya, RSUDMA terus berbenah menuju rumah sakit rujukan modern di kawasan timur Madura. (Foto: Dok. RSUDMA)

SUMENEP, (WARTA9) — Tahun 2026 menjadi babak baru bagi RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep dalam memperkuat kualitas pelayanan kesehatan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu kini bergerak lebih agresif melakukan transformasi layanan dengan menyiapkan diri sebagai pusat rujukan medis modern bagi masyarakat Madura bagian timur.

Di bawah kepemimpinan Direktur RSUDMA, dr. Erliyati, berbagai pembenahan terus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada peningkatan fasilitas dan infrastruktur kesehatan, rumah sakit juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan pasien.

Menurut dr. Erliyati, percepatan transformasi tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan kesehatan yang cepat, akurat, dan aman.

“Tahun 2026 ini kami fokus memastikan pelayanan semakin cepat, tepat, dan berbasis teknologi, tanpa mengesampingkan keselamatan pasien,” ujarnya, Rabu (17/6).

Status RSUDMA yang kini telah naik menjadi rumah sakit tipe B menjadi pijakan penting dalam pengembangan layanan. Dengan kapasitas yang lebih besar, rumah sakit didorong mampu menangani berbagai kasus medis yang kompleks sehingga kebutuhan rujukan ke luar daerah dapat diminimalkan.

Sejumlah layanan prioritas menjadi perhatian utama dalam proses pengembangan tersebut. Kinerja Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam terus diperkuat agar mampu memberikan respons yang lebih cepat kepada pasien. Di sisi lain, kapasitas ruang Intensive Care Unit (ICU) juga ditingkatkan untuk mendukung pelayanan pasien dengan kondisi kritis.

Tak hanya itu, fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk bayi dan anak turut diperbarui dengan peralatan yang lebih modern guna menunjang pelayanan yang lebih optimal.

RSUDMA juga mulai mempersiapkan sejumlah layanan spesialis sebagai sektor unggulan. Pengembangan layanan jantung dan paru-paru menjadi salah satu prioritas yang diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing rumah sakit di tingkat regional.

Transformasi tidak berhenti pada peningkatan fasilitas medis. RSUDMA juga melakukan digitalisasi layanan melalui penerapan sistem antrean elektronik yang terintegrasi dengan platform kesehatan nasional. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat melakukan pendaftaran dan pengaturan jadwal pemeriksaan secara daring tanpa harus datang lebih awal ke rumah sakit.

Inovasi tersebut dinilai mampu memangkas waktu tunggu pasien, menata alur pelayanan menjadi lebih efektif, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja tenaga kesehatan.

Meski terus bergerak menuju layanan kesehatan modern, RSUDMA memastikan akses masyarakat terhadap pelayanan tetap menjadi prioritas utama. Layanan bagi peserta BPJS Kesehatan terus diperkuat agar seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis yang mudah, cepat, dan terjangkau.

Dengan dukungan tenaga kesehatan profesional, pemerintah daerah, serta berbagai mitra strategis, RSUDMA optimistis mampu menjadi rumah sakit rujukan utama di kawasan timur Madura sekaligus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Sumenep.

Bagi manajemen rumah sakit, keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari kemajuan fasilitas dan teknologi, melainkan juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

“Kepercayaan masyarakat adalah target utama kami. Dan itu hanya bisa dicapai dengan kerja nyata,” tegas dr. Erliyati.

Jika berbagai program pengembangan tersebut berjalan konsisten, RSUDMA berpeluang menjadi simbol kebangkitan pelayanan kesehatan modern di Sumenep, sekaligus menghadirkan layanan medis yang semakin berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(*)

Facebook Comments Box

Penulis : Ratih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Dapur MBG Sumenep Antre Sertifikasi, 21 Sudah Resmi Berlabel Halal
MYZE Hotel Sumenep Dukung Khitan Massal Muhammadiyah, Puluhan Anak Ikuti Kegiatan Sosial
Perkuat Akurasi Data, RSUDMA Sumenep Tingkatkan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien
Festival Paseser 2026 Siap Digelar di Pasongsongan, Hadirkan 757 Penari Tongtong dan Bazar UMKM Pesisir
Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma
Dapur MBG di Sumenep Terancam Ditata Ulang, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota SPPG
BCA Sumenep Bungkam Soal Dugaan Saldo Nasabah Raib Usai Transaksi QRIS, Publik Pertanyakan Transparansi
Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:12 WIB

Puluhan Dapur MBG Sumenep Antre Sertifikasi, 21 Sudah Resmi Berlabel Halal

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:53 WIB

MYZE Hotel Sumenep Dukung Khitan Massal Muhammadiyah, Puluhan Anak Ikuti Kegiatan Sosial

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:38 WIB

RSUDMA Sumenep Percepat Transformasi Layanan, Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Modern di Madura Timur

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:15 WIB

Perkuat Akurasi Data, RSUDMA Sumenep Tingkatkan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:15 WIB

Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma

Berita Terbaru