SUMENEP, (WARTA9) — Tahun 2026 menjadi babak baru bagi RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep dalam memperkuat kualitas pelayanan kesehatan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu kini bergerak lebih agresif melakukan transformasi layanan dengan menyiapkan diri sebagai pusat rujukan medis modern bagi masyarakat Madura bagian timur.
Di bawah kepemimpinan Direktur RSUDMA, dr. Erliyati, berbagai pembenahan terus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada peningkatan fasilitas dan infrastruktur kesehatan, rumah sakit juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan pasien.
Menurut dr. Erliyati, percepatan transformasi tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan kesehatan yang cepat, akurat, dan aman.
“Tahun 2026 ini kami fokus memastikan pelayanan semakin cepat, tepat, dan berbasis teknologi, tanpa mengesampingkan keselamatan pasien,” ujarnya, Rabu (17/6).
Status RSUDMA yang kini telah naik menjadi rumah sakit tipe B menjadi pijakan penting dalam pengembangan layanan. Dengan kapasitas yang lebih besar, rumah sakit didorong mampu menangani berbagai kasus medis yang kompleks sehingga kebutuhan rujukan ke luar daerah dapat diminimalkan.
Sejumlah layanan prioritas menjadi perhatian utama dalam proses pengembangan tersebut. Kinerja Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam terus diperkuat agar mampu memberikan respons yang lebih cepat kepada pasien. Di sisi lain, kapasitas ruang Intensive Care Unit (ICU) juga ditingkatkan untuk mendukung pelayanan pasien dengan kondisi kritis.
Tak hanya itu, fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk bayi dan anak turut diperbarui dengan peralatan yang lebih modern guna menunjang pelayanan yang lebih optimal.
RSUDMA juga mulai mempersiapkan sejumlah layanan spesialis sebagai sektor unggulan. Pengembangan layanan jantung dan paru-paru menjadi salah satu prioritas yang diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing rumah sakit di tingkat regional.
Transformasi tidak berhenti pada peningkatan fasilitas medis. RSUDMA juga melakukan digitalisasi layanan melalui penerapan sistem antrean elektronik yang terintegrasi dengan platform kesehatan nasional. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat melakukan pendaftaran dan pengaturan jadwal pemeriksaan secara daring tanpa harus datang lebih awal ke rumah sakit.
Inovasi tersebut dinilai mampu memangkas waktu tunggu pasien, menata alur pelayanan menjadi lebih efektif, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja tenaga kesehatan.
Meski terus bergerak menuju layanan kesehatan modern, RSUDMA memastikan akses masyarakat terhadap pelayanan tetap menjadi prioritas utama. Layanan bagi peserta BPJS Kesehatan terus diperkuat agar seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis yang mudah, cepat, dan terjangkau.
Dengan dukungan tenaga kesehatan profesional, pemerintah daerah, serta berbagai mitra strategis, RSUDMA optimistis mampu menjadi rumah sakit rujukan utama di kawasan timur Madura sekaligus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Sumenep.
Bagi manajemen rumah sakit, keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari kemajuan fasilitas dan teknologi, melainkan juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
“Kepercayaan masyarakat adalah target utama kami. Dan itu hanya bisa dicapai dengan kerja nyata,” tegas dr. Erliyati.
Jika berbagai program pengembangan tersebut berjalan konsisten, RSUDMA berpeluang menjadi simbol kebangkitan pelayanan kesehatan modern di Sumenep, sekaligus menghadirkan layanan medis yang semakin berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(*)
Penulis : Ratih







