SUMENEP, WARTA9 – Pesan berantai yang mengandung ancaman teror kriminal kembali viral di media sosial dan grup WhatsApp belum lama ini.
Pesan tersebut membuat sebagian warga panik, terlebih dengan adanya stereotip negatif bahwa wilayah Madura rawan tindakan kriminal.
Dalam pesan itu, warga diimbau untuk waspada terhadap modus baru kejahatan berupa perampokan, pemerkosaan, dan penculikan.
Salah satu narasi menyebutkan bahwa jika seseorang menemukan anak menangis di jalan dan meminta diantar ke suatu alamat, maka sebaiknya anak tersebut dibawa ke kantor polisi atau Koramil terdekat karena itu disebut sebagai modus kejahatan.
Pesan tersebut bahkan mencatut nama institusi resmi seperti TNI dan Polri, dengan kalimat:
“Info dari POLRI & TNI AD… Pesan Ini Bisa Membantu Menyelamatkan Wanita Dan 0rang Yang Penting Dalam Hidup Anda… HATI-HATI WASPADA. BUAT DAERAH MADURA SAJA.”
Namun, setelah dikonfirmasi kepada pihak kepolisian, informasi dalam pesan tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.
“Berita lama itu, Mas. Diunggah lagi. Hoaks, Mas,” tegas Plt Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S., saat dihubungi pada Jumat (4/4/2025).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang sumbernya tidak jelas dan tidak valid, meskipun mencatut nama aparat negara.
“Saring dulu sebelum sharing informasi. Warga harus cerdas,” tutupnya.








Comment