UNIBA Madura Diperiksa Polisi, Mahasiswa Korban Pelecehan Mengaku Ditekan

- Penulis

Selasa, 28 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MELINTAS: Seorang pengendara roda dua melintas di area Kampus UNIBA Madura sisi barat. (Foto: Hyt)

MELINTAS: Seorang pengendara roda dua melintas di area Kampus UNIBA Madura sisi barat. (Foto: Hyt)

SUMENEP, warta9.co.id – Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, tengah menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terkait dugaan pelecehan seksual yang dialami korban berinisial LL.

Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S menjelaskan, bahwa proses penyelidikan masih berada di tahap awal.

Baca juga  226 Mahasiswa Uniba Madura Ikut Wisuda, Rektor Dorong Alumni Tingkatkan Prestasi

“Kami masih dalam proses lidik, yakni pengumpulan bahan keterangan. Kami juga sudah mendatangi pihak UNIBA Madura untuk meminta keterangan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (27/1/2025).

Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, pihak kampus UNIBA Madura belum memberikan tanggapan resmi.

Rektor UNIBA Madura, Rahmad Hidayat, dan Ketua Tim Satgas PPKS, Evi Febriani, tidak merespons panggilan telepon wartawan.

Baca juga  Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Sementara itu, Wakil Rektor I, Budi Suswanto, menyatakan hanya bersedia diwawancara secara langsung di kampus, meski sudah dihubungi melalui WhatsApp.

Dalam kasus ini, korban LL sampai melayangkan surat terbuka kepada sejumlah pihak, termasuk Komnas Perempuan, Komnas HAM, Menteri Pendidikan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Komisi VIII DPR RI.

Baca juga  Ketua DPRD Sumenep Tegaskan Komitmen di Hardiknas: Jangan Ada Anak Tertinggal dalam Pendidikan

Dalam surat tersebut, LL menyatakan telah melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya ke Satreskrim Polres Sumenep pada 11 Desember 2024.

Mirisnya, setelah kasus ini viral di media sosial, LL justru mengaku mengalami tekanan dan perlakuan tidak adil dari pihak kampus.

Alih-alih mendapatkan perlindungan, korban merasa dipojokkan oleh lingkungan akademik yang seharusnya menjadi tempat aman.***

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB