Sumenep, warta9.co.id – Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendadak jadi sorotan tajam publik.
Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep resmi menggeledah kantor dan gudang KPU setempat pada akhir Juli 2025.
Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan atas dugaan penyimpangan dalam pengadaan logistik Pemilu 2024, yang kini masuk tahap serius.
“Iya benar, ada penggeledahan terkait perkara. Kantor dan gudang KPU Sumenep yang kami geledah,” tegas Kasi Intel Kejari Sumenep, Moch. Indra Subrata, Kamis (21/8/2025).
Meski belum mau membocorkan hasil temuan di lapangan, Indra memastikan penyidik fokus mendalami laporan pertanggungjawaban logistik Pemilu yang diduga bermasalah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media, penggeledahan tidak hanya terbatas pada ruang kerja, tetapi juga menyasar gudang penyimpanan logistik.
Dokumen-dokumen penting disebut jadi incaran utama tim penyidik. Kasus ini sendiri sudah dalam tahap penyelidikan sejak 2024. Namun, penggeledahan kali ini menandai adanya eskalasi penyidikan ke tahap lebih mendalam.
Ketua KPU Sumenep, Nurus Syamsi, yang dikonfirmasi, mengaku tidak kaget dengan penggeledahan tersebut.
“Itu protap biasa dari kejaksaan. Kasusnya sudah ditangani sebelum saya jadi Ketua KPU,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Syamsi menegaskan bahwa dokumen-dokumen yang diperiksa berkaitan dengan masa jabatan komisioner sebelumnya dan mayoritas ditangani oleh staf sekretariat.
“Saya juga ada di lokasi saat penggeledahan, tapi saya tidak dimintai keterangan apapun. Fokusnya ke laporan lama,” katanya.
Hingga saat ini, Kejari Sumenep belum mengungkap secara resmi siapa saja pihak yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban ataupun berapa potensi kerugian negara.
Namun satu hal pasti, aroma dugaan korupsi dalam pengadaan logistik Pemilu 2024 kini makin tajam tercium di tubuh KPU Sumenep.








Comment