Tersangka Pemalsuan Dokumen Nikah di Sumenep Masih Bebas, Polisi Dinilai Lalai

- Penulis

Kamis, 29 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, warta9.co.id – Kasus dugaan pemalsuan dokumen pernikahan yang menyeret nama Taufiqur Rahman Emes menimbulkan sorotan tajam terhadap kinerja Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak November 2024, pria ini dilaporkan masih bebas beraktivitas di lingkungan tempat tinggalnya.

Keluarga korban mengungkapkan bahwa Taufiqur masih sering terlihat menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. Bahkan, ia disebut tetap bekerja tanpa hambatan meski berstatus buron.

Kasus ini bermula dari pernikahan sah antara Noer Zakiyah dan Taufiqur Rahman Emes yang berlangsung pada 29 Oktober 2023. Akad nikah dilaksanakan secara resmi di kediaman mempelai perempuan, disaksikan keluarga dan warga sekitar, serta ditunjang dokumen pernikahan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pragaan.

Baca juga  Drum Berisi 35 Kg Narkoba Ditemukan Mengapung di Perairan Sumenep

Namun, ketenangan rumah tangga tersebut tidak bertahan lama. Hanya beberapa hari setelah menikah, Taufiqur mengaku bahwa dirinya telah menikah terlebih dahulu dengan seorang perempuan bernama Bella Pratiwi pada 16 Juli 2023 di KUA Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Pengakuan ini mengejutkan pihak keluarga Noer Zakiyah. Taufiqur diduga melangsungkan pernikahan kedua tanpa izin dari istri pertama, serta disinyalir menggunakan dokumen palsu untuk melancarkan pernikahan keduanya tanpa hambatan administratif.

Akibat peristiwa ini, keluarga Noer Zakiyah mengalami tekanan psikologis dan sosial yang berat. Nama baik keluarga tercoreng di masyarakat, dan pernikahan yang baru seumur jagung pun harus runtuh dalam rasa malu dan kekecewaan mendalam.

Laporan atas kasus ini diajukan ke Polres Sumenep pada Desember 2023, dan diperkuat dengan bukti tambahan pada Juli 2024. Namun, hingga kini, penegakan hukum masih belum menunjukkan kemajuan berarti. Taufiqur tetap belum diamankan, meski informasi terkait alamat dan aktivitas hariannya telah diserahkan ke penyidik.

Baca juga  Polisi Kesulitan Identifikasi Mayat Tanpa Kepala di Pantai Sumenep

“Kami sudah sampaikan semuanya, tapi tidak ada tindakan yang nyata. Apakah mungkin ada pihak yang melindunginya?” kata Noer Zakiyah kepada wartawan, Rabu malam (28/5).

Kecurigaan semakin menguat setelah pihak keluarga menduga adanya keterlibatan oknum dari KUA Pragaan dan aparat desa di Pragaan Daya dalam meloloskan dokumen pernikahan kedua yang diduga dipalsukan tersebut.

“Kami yakin telah terjadi penyalahgunaan wewenang dan manipulasi dokumen oleh pihak-pihak tertentu,” lanjut Noer.

Keluarga korban kini mendesak Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, untuk segera mengambil langkah tegas dan transparan. Status DPO yang disematkan kepada Taufiqur dinilai sudah lebih dari cukup untuk dilakukan penangkapan, sekaligus mengungkap siapa saja yang turut terlibat dalam dugaan pemalsuan ini.

Baca juga  Ini Sosok Penghulu Nikah Terhalang di Desa Rajun

Jika proses hukum terus mandek, keluarga menyatakan siap membawa kasus ini ke level lebih tinggi, seperti Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), hingga Komnas Perempuan. Tak hanya itu, mereka juga berencana menggencarkan tekanan publik lewat media massa dan media sosial.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini bukan sekadar perjuangan untuk anak kami, tapi juga untuk perempuan lain yang berpotensi menjadi korban kebohongan dan pemalsuan dokumen seperti ini,” tegas pihak keluarga.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak
Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi
Siswi SMA di Pamekasan Melahirkan Bayi, Ayah Kandung Jadi Terduga
Polisi Gerebek Toko di Pasongsongan, Pria Diduga Pakai Sabu Diamankan
Senggolan Mobil Berujung Penganiayaan di Pasongsongan Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB