SKK Migas-KEI Salurkan Bantuan untuk Nelayan Kepulauan Sapeken

- Penulis

Jumat, 9 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) menyalurkan bantuan sampan fiber kepada nelayan Desa Sadulang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, melalui Program MANDALA dalam rangka Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) 2026.

SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) menyalurkan bantuan sampan fiber kepada nelayan Desa Sadulang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, melalui Program MANDALA dalam rangka Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) 2026.

SUMENEP (WARTA9) — Upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus dilakukan melalui Program MANDALA (Mandiri untuk Perikanan Tangkap dan Budidaya) yang digagas SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI).

Program yang menjadi bagian dari Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) 2026 tersebut diwujudkan melalui penyaluran sarana pendukung perikanan tangkap bagi nelayan di sejumlah desa sekitar wilayah operasi produksi KEI di Pagerungan.

Bantuan yang disalurkan meliputi 22 unit sampan fiber untuk nelayan Desa Sadulang. Sementara itu, bantuan mesin tempel diberikan kepada 84 nelayan Desa Sabuntan, 52 nelayan Desa Pagerungan Kecil, dan 37 nelayan Desa Paliat. Nelayan Desa Sapeken juga menerima empat unit bantuan beserta sarana alat tangkap.

Sekretaris Desa Sadulang, Busatmil Arifin, menyebut bantuan sampan fiber tersebut diprioritaskan bagi nelayan dari keluarga kurang mampu. Ia menilai program MANDALA memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas melaut.

Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan mampu membantu meningkatkan pendapatan nelayan. Karena itu, ia mengingatkan para penerima agar menjaga dan merawat sampan yang telah diberikan.

“Kita sudah mendapatkan banyak dampak dengan dukungan nelayan dari SKK Migas-KEI ini, karena sebelumnya juga telah direalisasikan program untuk nelayan. Saya minta sampan dirawat dengan baik, dan kita harap bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Manfaat serupa dirasakan Faisal, nelayan asal Pulau Salarangan, Desa Sadulang. Ia mengaku bersyukur karena bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan nelayan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Baca juga  Pemkab Sumenep Tancap Gas Perkuat Ekonomi Lokal di Tengah Pengetatan Anggaran

Selain membantu aktivitas melaut, penggunaan sampan berbahan fiber dinilai memiliki keunggulan dari sisi daya tahan dibandingkan sampan kayu yang biasa digunakan.

“Tentu bersyukur, Pak, karena sampan fiber ini bisa bertahan lebih lama kualitasnya daripada sampan kayu yang biasa kami pakai,” ungkapnya.

Di Desa Pagerungan Kecil, Kepala Desa Halilurahman turut mengingatkan penerima bantuan agar menggunakan mesin tempel sesuai peruntukannya. Ia meminta masyarakat menjaga sarana tersebut supaya manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Halilurahman juga mengajak warga mendukung keberlangsungan kegiatan SKK Migas-KEI di wilayah setempat. Menurutnya, keberhasilan operasional perusahaan diharapkan turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Dengan realisasi program ini, maka menjadi penting untuk selalu kita dukung peningkatan usaha SKK Migas-KEI di wilayah kita, karena kalau mereka berhasil, maka kita juga akan mendapatkan dampaknya,” tuturnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Camat Sapeken, Hamka. Atas nama pemerintah kecamatan, ia mengapresiasi SKK Migas-KEI karena bantuan yang disalurkan dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat pesisir dan kepulauan.

Baca juga  Ketua DPRD Sumenep Ajak Masyarakat Menyatukan Semangat di Hari Kebangkitan Nasional

Hamka mengatakan dirinya turut memantau pelaksanaan program untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran.

“Saya ikut secara langsung merealisasikan, sehingga saya ngecek agar program ini juga tepat di hadapan masyarakat selaku penerima manfaat,” kata Hamka.

Ia menambahkan, pemerintah desa perlu terlibat dalam pengawasan pemanfaatan bantuan agar keberlanjutan program dapat terjaga. Dengan demikian, manfaat kehadiran KEI dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Kemarin saya sudah sampaikan ke para Pemdes agar sarana dukungan untuk nelayan ini harus dipantau, agar bermanfaat dan berkelanjutan, supaya mereka juga paham bahwa program ini bentuk kolaborasi Pemkab Sumenep dengan SKK Migas-KEI, untuk membantu nelayan,” tegasnya.

Sementara itu, Manager Public & Government Affair (PGA) Kangean Energy Indonesia, Kampoi Naibaho, menegaskan bahwa nelayan merupakan salah satu mitra strategis di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Baca juga  TAGANA Sumenep Sudah Tersebar di Semua Kecamatan, Termasuk Kepulauan

Karena itu, KEI berupaya berkontribusi dalam memperkuat kemandirian nelayan melalui program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Kampoi berharap Program MANDALA dapat membuka peluang peningkatan kesejahteraan sekaligus memperkuat harapan masyarakat nelayan di Kepulauan Sapeken untuk mengembangkan usaha perikanan mereka.

“Program MANDALA ini kami upayakan untuk tetap optimis mendukung peningkatan pendapatan nelayan. Untuk itu, kolaborasi ini tetap berjalan dan saling mendukung,” tukasnya.

Melalui program tersebut, dukungan sarana perikanan diharapkan tidak hanya membantu kelancaran aktivitas melaut, tetapi juga memperkuat produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Sumenep.(*)

Penulis : Ratih

Editor : ZuhalieZ

Sumber Berita: REDAKSI WARTA9

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB