Sampah Menumpuk di Jembatan Pasar Bangkal, DLH Sumenep Dinilai Cuci Tangan

- Penulis

Senin, 8 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan sampah di area Jembatan Pasar Bangkal. (Foto: Dok. Warta9).

Tumpukan sampah di area Jembatan Pasar Bangkal. (Foto: Dok. Warta9).

Sumenep, warta9.co.id – Tumpukan sampah kembali menjadi pemandangan memprihatinkan di sekitar Jembatan Pasar Bangkal, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Plastik hitam, merah, hingga kuning bercampur sisa makanan dan dedaunan kering menumpuk, menyebar bau menyengat yang meresahkan warga dan pengguna jalan.

Warga menyebut, persoalan sampah di titik ini sudah berlangsung lama. Namun, tak ada langkah tegas dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep.

Baca juga  Demi Reputasi Kampus, Rektor UNIBA Madura Diduga Abaikan Korban Pelecehan

“Sudah berhari-hari sampah dibiarkan. Kami sering lapor, tapi tidak ada aksi cepat,” keluh seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (8/9/2025).

Keluhan serupa datang dari pengendara yang melintas setiap hari. Sampah yang meluber ke badan jalan dinilai membahayakan keselamatan.

“Saat hujan, jalan bisa licin karena sampah hanyut ke aspal. Ini jelas berisiko,” ujar pengendara motor.

Baca juga  Temui Demonstran Seorang Diri, Ketua DPRD Sumenep Pertegas Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa

DLH Sumenep dianggap tidak serius menangani persoalan sampah. Jadwal pengangkutan yang tak konsisten dan tidak adanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) resmi di sekitar lokasi jadi pemicu masalah terus berulang.

“Kami minta DLH jangan hanya tunggu laporan. Turun langsung, lihat sendiri kondisinya. Ini sudah mencemari lingkungan dan merusak wajah kota,” tegas warga lain.

Warga mendesak DLH untuk segera bertindak. “Jika dibiarkan, masalah sampah ini tak hanya merusak lingkungan, tapi juga mengancam kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Baca juga  Bandar Narkoba Riyanto Dituntut 6,5 Tahun Penjara

Ironisnya, upaya konfirmasi ke DLH Sumenep juga tak membuahkan hasil. Pesan ke Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Deddy Surya, hanya dibaca tanpa balasan. Sikap ini memperkuat kesan bahwa DLH cuci tangan atas persoalan yang sudah berlarut.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB