SUMENEP WARTA9 – Ketua Perwakilan P4TM Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, H Mukmin menyampaikan kekhawatiran terhadap anjloknya harga tembakau musim ini.
Pengusaha tembakau dan rokok asal Kecamatan Ganding, Sumenep itu menegaskan bahwa stok tembakau lama masih menumpuk di gudang.
“Saya khawatir harga tembakau turun. Stok masih numpuk, petani juga makin ramai tanam lagi,” kata H Mukmin kepada media. Senin, (14/4/2025).
Dirinya juga menyoroti beratnya proses budidaya tembakau yang membutuhkan biaya besar dan tenaga ekstra dikhawatirkan petani akan merugi.
“Menanam tembakau itu tidak mudah dan butuh biaya besar saya kasihan kalau hasil akhirnya tidak sebanding dengan biaya produksi,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Owner PT. Bawang Mas Grup, H Khairul Umam atau H Her mengimbau para petani tembakau Madura agar mengurangi jumlah tanam pada musim tahun ini.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi stok tembakau di pabrik-pabrik yang saat ini disebut telah penuh (full stock).
Dalam pernyataannya, H Her menekankan pentingnya keseimbangan antara jumlah produksi dan kebutuhan pasar demi menjaga kestabilan harga di tingkat petani.
“Kalau tahun kemarin nanam seribu, sekarang cukup lima ratus saja,” kata H Her dalam sebuah rekaman video yang diterima media ini. Kamis, (9/4/2025).
Ia juga menekankan bahwa keputusan ini diambil dengan pertimbangan agar harga tembakau tetap stabil dan petani tidak merugi karena over produksi.
Imbauan ini khususnya ditujukan kepada para petani tembakau di kawasan Madura dan sekitarnya serta relevan pula untuk seluruh petani tembakau di Indonesia.
“Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan keuntungan, baik di dunia maupun akhirat,” ucap H Her menutup keterangan.








Comment