Polres Sumenep Sebut Terduga Bandar Narkoba Asal Dungkek ‘Licin’

- Penulis

Minggu, 19 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kepolisian Resor Sumenep, Jawa Timur. (Foto: Hayat)

Kantor Kepolisian Resor Sumenep, Jawa Timur. (Foto: Hayat)

SUMENEP, Warta9.co.id – Penanganan kasus narkoba yang melibatkan Polsek Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga kini masih menjadi tanda tanya.

Meski dua tersangka, RM (34) dan RS (38), sudah diamankan sejak awal Januari 2025, Polres Sumenep belum merilis secara resmi informasi tentang penangkapan keduanya.

Sementara itu, nama Riyanto yang disebut-sebut sebagai bandar utama dalam kasus ini belum terdaftar sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), meskipun ia masih bebas berkeliaran.

Keadaan yang tidak jelas ini memunculkan dugaan bahwa mungkin saja upaya Restorative Justice (RJ) sedang diterapkan untuk RM dan RS, yang dapat dianggap sebagai langkah melemahkan upaya pemberantasan narkoba di wilayah Sumenep.

Plt Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Setyoningtyas mengungkapkan, bahwa RJ dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“RJ itu tidak membedakan usia. Mereka bisa saja mengikuti RJ karena alasan ketergantungan,” kata Widiarti dalam keterangannya belum lama ini, Sabtu (19/1).

Baca juga  Mahasiswi UNIBA Madura Jadi Korban Pelecehan, Kampus Tak Aman? 

Kemungkinannya, RJ lebih dari sekadar pemulihan bagi pengguna narkoba, tetapi juga bisa menjadi celah untuk membebaskan Riyanto dari jerat hukum.

Selain itu, biaya rehabilitasi bagi RM dan RS dilaporkan cukup tinggi. Keluarga mereka diminta membayar sekitar Rp. 30 juta per orang untuk menjalani rehabilitasi.

Widiarti mengakui tingginya biaya tersebut, dengan menyebutkan bahwa pada kasus sebelumnya di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, biaya rehabilitasi mencapai Rp. 17 juta.

Namun, saat ditanya mengenai alasan Riyanto tidak segera dijadikan buronan, meskipun kedua tersangka sudah menyebut namanya dalam penyidikan, Widiarti menjelaskan bahwa penetapan DPO membutuhkan bukti yang cukup.

“Kasus narkoba berbeda dengan pidana umum, harus ada barang bukti yang mengarah langsung kepada pelaku,” ujarnya.

Baca juga  Kadisdik Sumenep Dinobatkan sebagai Pejabat Penggiat Literasi Nasional 2025

Kehilangan jejak Riyanto menjadi sorotan. Polisi mengklaim sudah melakukan penggerebekan di rumah Riyanto, namun tidak menemukan bukti yang cukup.

“Kami sudah mendatangi rumahnya, tetapi tidak ada barang bukti. Terduga bandar ini licin orangnya,” kata Widiarti.

Pernyataan ini mendapat kritikan dari aktivis Gerakan Rakyat Timur Daya (GARDA), Reno Kurniawan. Menurutnya, tampaknya kepolisian enggan menetapkan Riyanto sebagai buronan.

“Jika RJ terhadap dua tersangka selesai, alasan untuk menangkap Riyanto akan semakin sulit. Jangan sampai ini jadi alasan polisi untuk tidak menuntaskan kasus ini,” tegasnya.

Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Dungkek, Aipda Joko Dwi, mengatakan bahwa meski sudah beberapa kali menggerebek rumah Riyanto, upaya tersebut selalu gagal.

Baca juga  Ketua DPRD Sumenep Dukung Penuh Kejati Jatim Bongkar Dugaan Korupsi BSPS 2024

“Tadi malam kami gerebek rumahnya setelah mendapat laporan warga. Tapi sudah ditutup rapat, entah bocor atau bagaimana,” katanya pada Minggu (12/1/2025) lalu.

Sementara kritik terhadap penanganan kasus Riyanto terus berkembang, Polsek Dungkek merilis penangkapan tiga tersangka narkoba di Desa Jaddung pada Kamis (16/1/2025).

Ketiga pelaku, yaitu OSA (27), SA (29), dan HA (28), ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 2,31 gram.

Di sisi lain, Satresnarkoba Polres Sumenep juga mengumumkan penangkapan dua tersangka narkoba lainnya, KUR (20) dan MFQ (24), di depan Taman Tajamara pada Rabu (15/1/2025).

Dari keduanya, polisi berhasil menyita paket sabu dan alat hisap. Namun, hingga saat ini, Polres Sumenep belum merilis informasi resmi terkait status RM dan RS, dua tersangka yang disebut-sebut memiliki informasi penting mengenai jaringan Riyanto.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak
Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi
Siswi SMA di Pamekasan Melahirkan Bayi, Ayah Kandung Jadi Terduga
Polisi Gerebek Toko di Pasongsongan, Pria Diduga Pakai Sabu Diamankan
Senggolan Mobil Berujung Penganiayaan di Pasongsongan Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Sipropam Polresta Sumenep Periksa Sejumlah Pihak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal Dunia Saat Praktik Renang di Sungai Nangka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB