Lewat Strategi Ini, Pemkab Sumenep Optimis PAD Pasar Naik 30% pada 2025

- Penulis

Kamis, 6 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli. (Foto: Dok. Warta9)

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli. (Foto: Dok. Warta9)

SUMENEP, warta9.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, semakin optimis dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar pada tahun 2025.

Dengan adanya regulasi baru dan strategi peningkatan pengelolaan, Pemkab menargetkan kenaikan PAD hampir 30%, dari Rp 2 miliar pada 2024 menjadi Rp 2,6 miliar pada 2025.

Sebagai salah satu sumber utama PAD, sektor pasar memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Saat ini, Pemkab Sumenep mengelola 31 pasar dengan fasilitas seperti toko, kios, pelataran, dan lahan parkir yang menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah.

Namun, meskipun pencapaian PAD pada tahun 2024 sudah mencapai 97%, target 100% masih belum bisa direalisasikan.

Baca juga  Azam Khan: Ketidakadilan Pendidikan dan Hukum, Ancaman bagi Masa Depan Indonesia

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, mengungkapkan bahwa masih ada beberapa pasar yang belum berjalan optimal.

“Sejumlah faktor menghambat pertumbuhan pendapatan pasar, mulai dari dampak pandemi COVID-19, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, hingga persaingan ketat dengan penjualan online,” jelasnya.  Kamis, (6/2/2025).

Perubahan pola belanja masyarakat ke ranah digital membuat pedagang pasar tradisional harus beradaptasi dengan cepat.

Belum lagi, beberapa pasar mengalami penurunan jumlah pengunjung karena infrastruktur yang kurang memadai dan pengelolaan yang masih perlu ditingkatkan.

Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Sumenep telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar dan merancang strategi baru untuk mengoptimalkan pendapatan di tahun 2025.

Baca juga  Pemkab Sumenep Segera Tetapkan Perbup Penyesuaian HET LPG 3 Kg

Salah satu langkah kunci yang diambil adalah penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 39 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Fasilitas Pasar.

“Setelah mengevaluasi pencapaian 2024, kami optimis di 2025 PAD sektor pasar akan meningkat signifikan. Regulasi baru ini menjadi dasar yang kuat untuk pengelolaan pasar yang lebih tertata dan efektif,” ujar Moh. Ramli.

Beberapa kebijakan strategis yang akan diterapkan antara lain:

Revitalisasi Pasar Perbaikan infrastruktur dan fasilitas pasar agar lebih nyaman bagi pedagang dan pembeli.

Peningkatan Pelayanan dan Pengelolaan– Optimalisasi sistem retribusi dan pengawasan ketat terhadap penggunaan fasilitas pasar.

Penertiban dan Optimalisasi Lahan Menata pedagang yang berjualan di area tidak resmi serta memaksimalkan potensi lahan parkir sebagai sumber pendapatan tambahan.

Baca juga  KPU Sumenep Gencarkan Sosialisasi untuk Dorong Partisipasi Pemilih

Dengan adanya regulasi baru dan strategi peningkatan pengelolaan pasar, Pemkab Sumenep berharap dapat menggenjot PAD secara maksimal pada tahun 2025. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang pasar tradisional.

“Ini bukan hanya soal angka, tapi bagaimana pasar tradisional bisa lebih hidup dan bersaing di era modern. Kami ingin pedagang merasa lebih nyaman dan mendapatkan manfaat dari pasar yang lebih tertata,” pungkas Moh. Ramli.

Dengan optimisme tinggi, Pemkab Sumenep siap membawa pasar tradisional ke era baru yang lebih maju dan berdaya saing, demi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ruang Promosi Potensi Lokal
HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai
Bappeda Sumenep Susun Peta Jalan Baru untuk Pacu Ekonomi Daerah
Pemilik Toko di Sampang Klaim Rokok Ilegal Dibeli dari Oknum Pegawai Kejaksaan
Libur Sekolah Dimanfaatkan BGN untuk Benahi Program MBG, Fokus pada Data dan Kualitas Layanan
Sidang Dugaan Penyalahgunaan SK Pensiun di Sumenep Makin Terkuak, Nama Internal BRI Mulai Terseret
Inflasi Sumenep Tertinggi di Jatim, BPS: Emas Perhiasan dan Beras Jadi Pemicu
Polri Hadir untuk Petani, Polsek Gapura Kawal Program Ketahanan Pangan di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:51 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ruang Promosi Potensi Lokal

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Bappeda Sumenep Susun Peta Jalan Baru untuk Pacu Ekonomi Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:45 WIB

Pemilik Toko di Sampang Klaim Rokok Ilegal Dibeli dari Oknum Pegawai Kejaksaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:01 WIB

Libur Sekolah Dimanfaatkan BGN untuk Benahi Program MBG, Fokus pada Data dan Kualitas Layanan

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB