Dugaan Kekerasan terhadap Santri di Pesantren Pamekasan, Korban Alami Patah Tulang

- Penulis

Selasa, 6 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI. Dugaan kekerasan Dugaan Kekerasan terhadap Santri di Pesantren Pamekasan, Korban Alami Patah Tulang

ILUSTRASI. Dugaan kekerasan Dugaan Kekerasan terhadap Santri di Pesantren Pamekasan, Korban Alami Patah Tulang

PAMEKASAN (WARTA9) — Dugaan kekerasan terhadap seorang santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, mencuat. Korban berinisial AN, warga Kecamatan Waru, disebut mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh hingga patah tulang pada bagian pinggul.

Dugaan kekerasan tersebut disebut terjadi setelah AN dituduh mencuri uang di lingkungan pesantren.

Menurut keterangan tetangga korban berinisial BM, tuduhan tersebut telah dibantah AN saat dimintai keterangan oleh sejumlah santri dan pengurus pesantren.

Namun, setelah itu korban disebut menjalani pemeriksaan oleh pihak di lingkungan pesantren. Dalam proses tersebut, korban diduga mengalami tindakan kekerasan.

“Korban disidang, sejak itu diduga disiksa,” ungkap BM.

Berdasarkan keterangan korban kepada keluarganya, dugaan kekerasan tersebut mulai terjadi pada Senin (28/9/2026) malam. Korban juga disebut diminta tidak menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya.

Baca juga  Akhmad Suhalis Terpilih Pimpin Forum Komunikasi BUMDes se-Kecamatan Pasongsongan

Salah satu dugaan tindakan kekerasan yang diceritakan korban yakni penggunaan kawat dari gantungan baju yang dipanaskan, kemudian diduga disentuhkan ke tubuh korban.

“Pengakuan korban, gantungan baju kawat dipanasi, lalu disentuhkan ke tubuh korban,” kata BM.

Akibat kejadian tersebut, korban disebut mengalami luka lebam di hampir seluruh bagian tubuh. Korban juga mengalami patah tulang pada bagian pinggul.

Kondisi korban diketahui keluarga saat mereka datang menjenguk ke pesantren. Saat itu, AN disebut meminta diantar ke tukang pijat karena mengeluhkan sakit pada sejumlah bagian tubuhnya.

Baca juga  HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai

Korban kemudian menjalani pemeriksaan medis dan diketahui mengalami patah tulang. Sebelumnya, AN sempat mendapat perawatan di salah satu klinik kesehatan di Kecamatan Waru.

Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo atau RSUD Smart Pamekasan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kasus tersebut kini mendapat perhatian Polres Pamekasan. Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengatakan, pihaknya telah mendatangi korban di RSUD Smart Pamekasan untuk meminta keterangan terkait kejadian tersebut.

“Tim sudah menemui korban dan meminta keterangan kejadian sebenarnya,” ujar Yoni.

Polisi juga mendorong keluarga korban untuk membuat laporan resmi ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pamekasan, mengingat korban masih di bawah umur.

“Karena korban merupakan anak di bawah umur, kami menyarankan dan mendorong pihak keluarga untuk membuat laporan resmi ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA),” katanya.

Menurut Yoni, kepolisian masih membutuhkan laporan resmi serta pendalaman lebih lanjut untuk memastikan kronologi kejadian, pihak-pihak yang terlibat, serta fakta di balik dugaan kekerasan tersebut.

Baca juga  SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak

Kasus ini masih dalam proses pendalaman. Kebenaran atas dugaan kekerasan tersebut akan ditentukan melalui proses hukum berdasarkan bukti dan keterangan para pihak.(*)

Penulis : Ratih

Editor : ZuhalieZ

Sumber Berita: REDAKSI WARTA9

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB