SUMENEP, WARTA9 – Enam orang nelayan asal Pamekasan, Jawa Timur, mengalami kecelakaan laut setelah kapal mereka tenggelam di sekitar perairan Pulau Giliyang, Sumenep.
Para korban terombang-ambing di laut selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di Perairan Dusun Nyamplong Ondung, Desa Kalikatak, Arjasa, Sumenep, pada Kamis (27/3/2025) pagi.
Korban yang berhasil dievakuasi adalah Moh Sai, Hosen, Ali Wafa, Askuryadi, Johari, dan Adnan. Lima dari enam korban merupakan warga Desa Sotabar dan satu orang warga Desa Tloto Raje Kecamatan Pasean, Pamekasan.
Kecelakaan bermula pada Senin (24/3/2025) pukul 15.00 WIB, saat kapal motor Bintang Sempurna yang dinakhodai Moh Sai berangkat dari Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep.
“Kapal tersebut mengangkut 220 m³ kayu gellam milik seorang pengusaha bernama Rusdi dari Desa Waru, Kecamatan Waru, Pamekasan,” kata Plt Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S. Jumat, (28/3/2025).
Pada Selasa (25/3/2025) sekitar pukul 08.00 WIB, kapal mengalami kerusakan pompa air sebanyak tujuh kali sebelum akhirnya tenggelam di perairan sekitar Pulau Giliyang, 23 mil dari bibir pantai.
“Para korban berusaha menyelamatkan diri dengan mengikat kayu dan galon sebagai rakit, lalu bertahan di tengah laut selama dua hari dalam kondisi terombang-ambing oleh ombak besar,” tutur AKP Widi.
Kamis pagi pukul 07.30 WIB, seorang nelayan bernama Jupri warga Dusun Kalowang, Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, yang sedang melaut bersama rekannya Danil, melihat keenam korban melambaikan bendera di tengah laut.
Jupri dan Danil segera mendekati mereka menggunakan perahu motor Empat Saudara, lalu mengevakuasi korban ke rumah warga setempat, Mukaid, di Dusun Nyamplong Ondung.
Warga yang mengetahui kejadian ini segera melapor ke Polsek Kangean dan petugas yang dipimpin Kapolsek Kangean IPTU Datun Subagyo bersama empat personelnya langsung menuju lokasi.
“Setelah dievakuasi ke Puskesmas Arjasa korban dinyatakan dalam kondisi sehat secara fisik, meski mengalami trauma mental akibat insiden ini,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan lebih lanjut, nakhoda kapal, Moh Sai, menjelaskan bahwa kapal mereka tenggelam akibat kerusakan mesin dan hantaman gelombang laut. “Beruntung, keenam korban berhasil selamat dari kecelakaan maut ini,” tandasnya.








Comment