Bappeda Sumenep Dorong Ketahanan Pangan hingga Wilayah Kepulauan

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menyampaikan paparan dalam pembahasan penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Kabupaten Sumenep.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menyampaikan paparan dalam pembahasan penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, (WARTA9) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mulai memperkuat strategi pengendalian inflasi dengan menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia dengan harga terjangkau, termasuk bagi warga yang tinggal di sejumlah wilayah kepulauan.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep tengah menyusun dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) 2025–2029. Dokumen ini nantinya menjadi pedoman bagi perangkat daerah dalam mengintegrasikan berbagai program yang berkaitan dengan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan penyusunan RAD-PG tidak hanya berorientasi pada peningkatan ketersediaan pangan, tetapi juga menyangkut stabilitas harga dan pemerataan akses pangan bergizi.

Baca juga  Pertamina Perkuat Pasokan BBM Kepulauan Sumenep, Distribusi Dioptimalkan Jelang Hari Besar

Menurut dia, pengendalian inflasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama karena komoditas pangan memiliki pengaruh besar terhadap perubahan harga.

“Inflasi tidak bisa dikendalikan oleh satu instansi saja. Ini memerlukan kerja bersama, terutama di sektor pangan dan distribusinya,” ujar Arif, Rabu (19/8).

Arif menyampaikan, tingkat inflasi di Jawa Timur masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi hingga Mei 2025 sebesar 1,22 persen.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap perlu mengantisipasi potensi tekanan harga. Kondisi geografis Sumenep yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan membuat distribusi bahan kebutuhan pokok menjadi tantangan tersendiri.

Baca juga  Bappeda Sumenep Prioritaskan Pembangunan Sesuai Aspirasi Warga

Biaya angkutan serta jarak antardaerah dapat memengaruhi harga barang ketika sampai di tangan masyarakat kepulauan. Kondisi tersebut membuat perbedaan harga antara wilayah daratan dan pulau-pulau menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan.

Arif menilai penguatan produksi pangan lokal harus berjalan beriringan dengan perbaikan sistem distribusi. Dengan begitu, ketersediaan pasokan dapat terjaga sekaligus mengurangi tekanan harga di tingkat konsumen.

Bappeda juga mendorong kolaborasi antarlembaga, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Kesehatan. Sinergi tersebut diperlukan agar kebijakan pangan tidak hanya berfokus pada kuantitas pasokan, tetapi juga kualitas dan kandungan gizi.

“Bappeda mendorong sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Kesehatan, untuk memastikan program pangan bergizi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Selain sektor pangan, Pemkab Sumenep juga melihat penguatan kapasitas fiskal sebagai bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan.

Baca juga  Polisi Ungkap Penyebab Pria di Sumenep Meninggal Saat Ikut Lomba Tarik Tambang

Bappeda mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui optimalisasi pengelolaan pajak dan retribusi. Tambahan penerimaan tersebut dinilai dapat memperbesar ruang fiskal pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan.

Penguatan fiskal juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kalau daya beli masyarakat terjaga dan fiskal daerah kuat, maka pembangunan di Sumenep bisa berjalan secara berkelanjutan,” pungkas Arif Firmanto.(*)

Penulis : Ratih

Editor : Redaksi

Sumber Berita: REDAKSI WARTA9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen
Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri
HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Membership Jokotole Gym, Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat
MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
“Suki in The Garden” MYZE Hotel Sumenep, Sensasi Kuliner Malam dengan Live Music
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:45 WIB

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen

Selasa, 8 September 2026 - 22:34 WIB

Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai

Rabu, 2 September 2026 - 14:37 WIB

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Membership Jokotole Gym, Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak

Berita Terbaru