Azam Khan: Ketidakadilan Pendidikan dan Hukum, Ancaman bagi Masa Depan Indonesia

- Penulis

Rabu, 26 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Advokat Kondang asal Sumenep, Azam Khan saat menjadi narasumber dialog interaktif. (Foto: Dok Warta9)

Advokat Kondang asal Sumenep, Azam Khan saat menjadi narasumber dialog interaktif. (Foto: Dok Warta9)

SUMENEP, WARTA9 – Ketimpangan sosial dan ekonomi di Indonesia kembali menjadi sorotan dalam sebuah diskusi bertajuk “Indonesia Gelap Tanpa Ijazah: Tanpa Kepastian Hukum & Ekonomi”.

Acara ini berlangsung di Resto Ayam Brewok Sakera, Jalan Pahlawan Nomor 15, Karangdhalem, Karangduak, Kecamatan Kota, Sumenep, Rabu (26/3/2025) pukul 16.00 WIB.

Diskusi ini dihadiri oleh sejumlah jurnalis dari media online, cetak, elektronik, dan televisi, dengan Azam Khan, seorang advokat kondang kelahiran Sumenep, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Azam Khan menyoroti bagaimana ijazah masih menjadi syarat utama dalam dunia kerja, tanpa mempertimbangkan kompetensi dan pengalaman seseorang.

Baca juga  Sae Rassa Restaurant Hadirkan Live Music dan Promo Kuliner hingga November

“Seharusnya negara memberikan kesempatan bagi rakyatnya untuk berkembang berdasarkan kompetensi, bukan sekadar selembar kertas bernama ijazah. Nyatanya, banyak orang berbakat tersingkir hanya karena formalitas administratif yang tidak mencerminkan kemampuan mereka,” ujar Azam Khan.

Ia menilai, bahwa sistem pendidikan di Indonesia lebih berorientasi pada sertifikasi daripada kualitas pembelajaran.

Akibatnya, mereka yang tidak memiliki ijazah kesulitan mendapatkan pekerjaan, meskipun memiliki keterampilan yang cukup.

Ketidakpastian Hukum dan Ekonomi Mencekik Rakyat

Selain menyoroti masalah pendidikan, Azam Khan juga menyinggung ketidakpastian hukum dan ekonomi yang semakin menekan masyarakat kecil.

Baca juga  Harta Kekayaan Naik Drastis, Mohammad Iksan Bilang Begini

Menurutnya, hukum di Indonesia sering kali berpihak kepada pemilik modal dan penguasa, sementara rakyat kecil sulit mendapatkan keadilan.

“Hukum seharusnya menjadi alat perlindungan bagi rakyat, bukan alat bagi penguasa untuk mempertahankan kekuasaan. Namun, kita sering melihat hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegasnya.

Di sektor ekonomi, ia menilai kebijakan pemerintah masih lebih menguntungkan korporasi besar dibandingkan usaha kecil.

Hal ini menyebabkan kesenjangan sosial semakin melebar, membuat rakyat kecil semakin sulit bangkit dari kemiskinan.

Baca juga  Pemkab Sumenep Hapus Denda PBB-P2, Berlaku hingga 31 Desember 2025

Menagih Janji Penguasa

Diskusi ini memunculkan pertanyaan besar: benarkah rakyat pemilik negeri ini, atau hanya menjadi pemikul janji-janji penguasa?

Azam Khan menegaskan bahwa pemerintah harus segera mereformasi sistem pendidikan, memperbaiki kepastian hukum, dan menciptakan ekonomi yang lebih berpihak kepada rakyat kecil.

“Jika tidak, rakyat akan semakin sadar bahwa mereka bukan pemilik negeri ini, melainkan hanya korban janji-janji politik yang tak kunjung ditepati,” tegasnya.

Acara diskusi kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, menambah keakraban di antara para peserta yang hadir.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB