SAMPANG (WARTA9) – Operasi penertiban rokok tanpa pita cukai yang dilakukan tim gabungan Bea Cukai, Satpol PP, dan TNI di sebuah toko di Jalan Jamaluddin, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kamis (16/7/2026), memunculkan pengakuan dari pemilik usaha terkait asal-usul barang yang disita.
Pemilik toko bernama Dani mengklaim belasan jenis rokok ilegal yang diamankan petugas diperolehnya dari seseorang yang disebut sebagai oknum pegawai Kejaksaan Negeri Sampang. Menurutnya, rokok tersebut dibeli dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga yang beredar di pasaran.
“Rokok itu saya beli langsung. Harganya memang lebih murah,” ujar Dani.
Dani mengatakan penyitaan tersebut membuatnya mengalami kerugian sekitar Rp1 juta. Ia berharap aparat penegak hukum tidak berhenti pada penindakan terhadap pedagang kecil, tetapi juga menelusuri pihak yang diduga menjadi pemasok rokok ilegal.
“Saya yang rugi karena barang disita. Kalau memang ini melanggar hukum, seharusnya yang menjual kepada saya juga diproses,” katanya.
Seusai operasi berlangsung, awak media berupaya meminta penjelasan dari petugas gabungan yang berada di lokasi mengenai pernyataan Dani. Namun, para petugas memilih meninggalkan lokasi sehingga belum memberikan keterangan terkait pengakuan tersebut.
Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kabupaten Sampang, M. Suaidi Asyikin, menegaskan bahwa pihaknya hanya berperan sebagai pendamping dalam operasi yang dipimpin oleh Bea Cukai.
“Satpol PP hanya melakukan pendampingan. Pemeriksaan dan pengambilan sampel rokok dilakukan oleh petugas Bea Cukai. Kami hanya membantu, termasuk menempelkan stiker atau surat imbauan pada konter yang kedapatan menjual rokok ilegal,” ujarnya.
Suaidi menjelaskan, lokasi tersebut merupakan sasaran kedua dalam rangkaian operasi pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sampang. Ia memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan dengan menjangkau wilayah perkotaan hingga kecamatan-kecamatan lainnya.
“Kegiatan serupa akan terus dilakukan dan menyasar tidak hanya wilayah perkotaan, tetapi juga sejumlah kecamatan di Kabupaten Sampang,” pungkasnya.(*)
Penulis : Ratih
Editor : Redaksi













