Sumenep, warta9.co.id – Keberadaan dr. Erliyati sebagai Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep dinilai belum tergantikan. Di tengah tantangan dunia pelayanan publik, kepemimpinannya dianggap mampu membawa perubahan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Dikenal sebagai sosok tegas, disiplin, namun penuh kepedulian, dr. Erliyati sukses menciptakan iklim kerja yang profesional, transparan, dan humanis. Di bawah arahannya, pelayanan rumah sakit dinilai lebih cepat, nyaman, dan ramah.
“Sejak beliau menjabat, pelayanan jauh lebih baik. Suasana rumah sakit juga makin bersahabat,” ungkap Rifki, seorang aktivis asal Sumenep, Selasa (29/7/2025).
Tak hanya masyarakat, para pegawai dan tenaga medis pun menyatakan dukungan kuat agar dr. Erliyati tetap melanjutkan kepemimpinannya. Bagi mereka, ia bukan sekadar direktur, tapi figur inspiratif yang mampu membangkitkan semangat kerja.
“Beliau pemimpin sekaligus panutan. Kami merasa dihargai dan dimotivasi,” ujar seorang perawat senior.
Para dokter pun merasakan perubahan atmosfer kerja yang lebih terbuka. “Kini komunikasi lebih cair. Beliau sering turun langsung ke lapangan dan memperlakukan kami sebagai rekan sejajar,” tutur seorang dokter spesialis.
Kepemimpinan dr. Erliyati juga dikenal menjunjung tinggi etika, integritas, dan prinsip kemanusiaan dalam setiap kebijakan yang diambil. Hal ini memperkuat citranya sebagai pemimpin yang tidak hanya cakap manajerial, tetapi juga empatik dan teladan.
“Beliau memimpin dengan empati, bukan tekanan. Itu membuat kami merasa nyaman,” kata seorang dokter lainnya.
Kekhawatiran muncul jika rotasi jabatan sampai menggeser posisinya. Beberapa staf bahkan siap menyuarakan dukungan resmi ke pemerintah.
“Kami tak ingin kehilangan pemimpin yang tulus bekerja untuk rumah sakit ini,” ucap seorang staf administrasi.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Sumenep terkait arah kepemimpinan RSUDMA ke depan. Namun satu suara yang jelas terdengar dari internal rumah sakit: dr. Erliyati masih sangat dibutuhkan.
Ia bukan hanya pemegang jabatan, tapi penggerak semangat reformasi pelayanan dan simbol perubahan menuju rumah sakit yang lebih manusiawi, profesional, dan bermakna.
Penulis : Hayat








Comment