SUMENEP, warta9.co.id — Suasana syahdu menyelimuti Pantai Ponjuk, Talango, Sumenep, Madura, Jawa Timur, ketika 52 santri Pondok Pesantren Studi Islam Futuhul Arifin mengikuti Rihlah Tadabbur Al-Qur’an selama tiga hari. Kegiatan yang dikemas dalam rangka Pekan Edukasi dan Festival Santri (PESTA 2) ini berlangsung penuh makna, dengan perpaduan kajian tematik, pengalaman spiritual, serta penguatan karakter santri.
Santri dibagi dalam lima regu dengan pendampingan empat pembina yang senantiasa mengarahkan dengan penuh antusias. Ayat-ayat Al-Qur’an tentang lautan, gelombang, pergantian siang dan malam, hingga keheningan malam dan keindahan senja menjadi bahan kajian mendalam. Dengan pendekatan tafsir tematik dan tadabbur kontekstual, para santri diajak merenungi langsung kebesaran Allah melalui fenomena alam di hadapan mereka.
Puncak kajian ditutup dengan tadabbur puitis yang disampaikan Abuya Dr. Miftah. Dengan tutur penuh hikmah, beliau merangkai refleksi santri ke dalam untaian kata yang menyentuh jiwa.
Meski dihadapkan pada keterbatasan air bersih dan kencangnya angin laut, para santri tetap tegar. Mereka memasak sendiri, mengamalkan rukhsah syariat dengan shalat jamak-qashar, sekaligus istiqamah melaksanakan ibadah sunnah seperti tahajjud, hajat, fajar, dan syuruq.
Rangkaian kegiatan semakin lengkap dengan Khotmil Qur’an, tahlil, dan outbond games bertema kepemimpinan dan manajemen, yang menambah kekompakan sekaligus melatih jiwa kepemimpinan santri.
Kegiatan ditutup dengan penyetoran laporan individu dan kelompok, hasil dari journaling refleksi pribadi yang ditulis selama kegiatan. Laporan ini menjadi dokumentasi berharga perjalanan spiritual dan intelektual para santri selama rihlah.
Dengan segala dinamika dan tantangan, rihlah tadabbur ini bukan sekadar kegiatan edukatif, tetapi juga momentum penguatan iman, ilmu, dan karakter santri. Pantai Ponjuk pun menjadi saksi lahirnya refleksi mendalam tentang kebesaran Sang Pencipta.








Comment