Pembangunan Melesat di Sumenep, Bappeda: Indikator Sosial-Ekonomi Semakin Kuat

- Penulis

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto. (Foto: Istimewa)

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto. (Foto: Istimewa)

Sumenep, warta9.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, berhasil menunjukkan kemajuan signifikan dalam berbagai sektor pembangunan sepanjang tahun 2024.

Data terbaru yang dipaparkan dalam Rakor Tahunan menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, hingga peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

Ia menyoroti pentingnya keberlanjutan program strategis menuju visi besar pembangunan berkelanjutan 2025–2029.

“Kami mencatat pertumbuhan ekonomi stabil di angka 3,77 persen, dengan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa kebijakan kita sudah berada di jalur yang benar,” ujar Arif Firmanto.

IPM Sumenep tahun 2024 tercatat sebesar 69,78, meningkat dari tahun sebelumnya. Sumenep juga berhasil menurunkan angka pengangguran terbuka menjadi 1,69%, menjadikannya yang terbaik ketiga di Jawa Timur.

Dalam hal pengentasan kemiskinan, Angka Kemiskinan Kabupaten Sumenep terus menurun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sumenep pada 2024 menurun menjadi 17,78%, setara dengan 196.420 jiwa. Penurunan angka kemiskinan ini menjadi yang terbaik di Jawa Timur dalam rentang waktu Tahun 2020 sampai dengan Tahun 2024.

Menurut Arif, hal ini merupakan bukti konkret bahwa intervensi kebijakan pengentasan kemiskinan berjalan efektif.

“Kita tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tapi juga penguatan UMKM, peningkatan akses layanan dasar, dan pembangunan infrastruktur. Itu semua berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan,” jelas Arif.

Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Sumenep juga terus menurun hingga mencapai 11,2 % pada Tahun 2024, turun drastis dari tahun sebelumnya yang mencapai 16,7%.
Arif menyampaikan, bahwa capaian ini adalah hasil dari kolaborasi lintas sektor dan penurunan angka stunting di Kabupaten Sumenep memang menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Daerah dan pada Tahun 2024 Kabupaten Sumenep menerima penghargaan dari BKKBN karena Kabupaten Sumenep dinilai sukses mengoptimalkan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

“Stunting adalah indikator penting bagi kualitas generasi masa depan. Fokus kami tidak hanya pada gizi, tetapi juga pada edukasi keluarga dan layanan kesehatan terpadu,” tegas Arif.

Capaian Sumenep bahkan lebih baik dibandingkan rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur.

Indeks Kesalehan Sosial dan Infrastruktur Meningkat, Pembangunan Desa Sumenep Semakin Merata

Di sisi lain, stabilitas sosial dan pembangunan desa di Kabupaten Sumenep menunjukkan progres menggembirakan. Tahun 2024, Indeks Kesalehan Sosial naik menjadi 85,91, dan Indeks Desa Membangun (IDM) mencapai 0,7593 dengan status “Maju”, tanpa desa tertinggal.

Arif Firmanto menyatakan, bahwa pembangunan yang inklusif dan partisipatif menjadi kunci utama kemajuan ini.

“Kita bangun Sumenep tidak hanya dari pusat kota, tapi hingga pelosok kepulauan. Kami pastikan tidak ada desa yang tertinggal, baik dalam hal layanan, infrastruktur, maupun sosial,” pungkasnya.

Indeks Infrastruktur juga mengalami peningkatan menjadi 75,00, memperkuat konektivitas wilayah daratan dan kepulauan, termasuk pembangunan jalan sepanjang 28,3 km pada 2024 dan rencana 57,4 km di 2025.***

Facebook Comments Box

Comment

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Valen DA7 Hipnotis Ribuan Penonton di Madura Fest 2026, Stadion GOR A. Yani Bergemuruh
Polri Hadir untuk Petani, Polsek Gapura Kawal Program Ketahanan Pangan di Sumenep
BGN Bekukan Sementara 16 SPPG di Sumenep, Penyaluran Dana Ikut Terancam
BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Syariah Melalui Produk Tabungan Inovatif
Pemkab Sumenep Semarakkan Malam Takbiran Iduladha 1447 H, Bupati Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial
Dugaan Perselingkuhan ASN Guru di Pulau Ra’as Jadi Sorotan, Disdik Sumenep Didesak Turun Tangan
Pelatihan Paralegal di Unija, Pemkab Sumenep Dorong Akses Bantuan Hukum hingga Desa
Dorong Transaksi Aman, BPRS Bhakti Sumekar Gelar Literasi Keuangan Digital di Kalianget

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 20:02 WIB

Valen DA7 Hipnotis Ribuan Penonton di Madura Fest 2026, Stadion GOR A. Yani Bergemuruh

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:56 WIB

Polri Hadir untuk Petani, Polsek Gapura Kawal Program Ketahanan Pangan di Sumenep

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:06 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Syariah Melalui Produk Tabungan Inovatif

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:30 WIB

Pemkab Sumenep Semarakkan Malam Takbiran Iduladha 1447 H, Bupati Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial

Senin, 25 Mei 2026 - 09:57 WIB

Dugaan Perselingkuhan ASN Guru di Pulau Ra’as Jadi Sorotan, Disdik Sumenep Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru