Pembangunan Melesat di Sumenep, Bappeda: Indikator Sosial-Ekonomi Semakin Kuat

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto. (Foto: Istimewa)

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto. (Foto: Istimewa)

Sumenep, warta9.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, berhasil menunjukkan kemajuan signifikan dalam berbagai sektor pembangunan sepanjang tahun 2024.

Data terbaru yang dipaparkan dalam Rakor Tahunan menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, hingga peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

Ia menyoroti pentingnya keberlanjutan program strategis menuju visi besar pembangunan berkelanjutan 2025–2029.

“Kami mencatat pertumbuhan ekonomi stabil di angka 3,77 persen, dengan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa kebijakan kita sudah berada di jalur yang benar,” ujar Arif Firmanto.

IPM Sumenep tahun 2024 tercatat sebesar 69,78, meningkat dari tahun sebelumnya. Sumenep juga berhasil menurunkan angka pengangguran terbuka menjadi 1,69%, menjadikannya yang terbaik ketiga di Jawa Timur.

Baca juga  Petani Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Desa Lobuk, Diduga Akibat Penyakit Asma

Dalam hal pengentasan kemiskinan, Angka Kemiskinan Kabupaten Sumenep terus menurun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sumenep pada 2024 menurun menjadi 17,78%, setara dengan 196.420 jiwa. Penurunan angka kemiskinan ini menjadi yang terbaik di Jawa Timur dalam rentang waktu Tahun 2020 sampai dengan Tahun 2024.

Menurut Arif, hal ini merupakan bukti konkret bahwa intervensi kebijakan pengentasan kemiskinan berjalan efektif.

“Kita tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tapi juga penguatan UMKM, peningkatan akses layanan dasar, dan pembangunan infrastruktur. Itu semua berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan,” jelas Arif.

Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Sumenep juga terus menurun hingga mencapai 11,2 % pada Tahun 2024, turun drastis dari tahun sebelumnya yang mencapai 16,7%.
Arif menyampaikan, bahwa capaian ini adalah hasil dari kolaborasi lintas sektor dan penurunan angka stunting di Kabupaten Sumenep memang menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Daerah dan pada Tahun 2024 Kabupaten Sumenep menerima penghargaan dari BKKBN karena Kabupaten Sumenep dinilai sukses mengoptimalkan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

Baca juga  Bappeda Sumenep Perkuat Akuntabilitas OPD, Pembangunan Tak Sekadar Serapan Anggaran

“Stunting adalah indikator penting bagi kualitas generasi masa depan. Fokus kami tidak hanya pada gizi, tetapi juga pada edukasi keluarga dan layanan kesehatan terpadu,” tegas Arif.

Capaian Sumenep bahkan lebih baik dibandingkan rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur.

Indeks Kesalehan Sosial dan Infrastruktur Meningkat, Pembangunan Desa Sumenep Semakin Merata

Baca juga  BRIDA Sumenep Dorong Digitalisasi dan SDM untuk Pemasaran Pertanian

Di sisi lain, stabilitas sosial dan pembangunan desa di Kabupaten Sumenep menunjukkan progres menggembirakan. Tahun 2024, Indeks Kesalehan Sosial naik menjadi 85,91, dan Indeks Desa Membangun (IDM) mencapai 0,7593 dengan status “Maju”, tanpa desa tertinggal.

Arif Firmanto menyatakan, bahwa pembangunan yang inklusif dan partisipatif menjadi kunci utama kemajuan ini.

“Kita bangun Sumenep tidak hanya dari pusat kota, tapi hingga pelosok kepulauan. Kami pastikan tidak ada desa yang tertinggal, baik dalam hal layanan, infrastruktur, maupun sosial,” pungkasnya.

Indeks Infrastruktur juga mengalami peningkatan menjadi 75,00, memperkuat konektivitas wilayah daratan dan kepulauan, termasuk pembangunan jalan sepanjang 28,3 km pada 2024 dan rencana 57,4 km di 2025.***

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB